Daftar Slot Onlinejoker123esports indonesiaSBOBETpoker onlinesbobet88Daftar joker123
Sejarah Kerajaan Majapahit: Kerajaan Terbesar dan Terkuat di Indonesia
Anggita Dewi Saya sangat suka dengan keberagaman budaya dan seni yang ada di Negara Indonesia.

Kerajaan Majapahit

kerajaan majapahit

Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan terbesar di Indonesia. Tentu saja peninggalan Majapahit memiliki banyak keunikkan didalamnya.

Lokasi Kerajaan Majapahit sendiri berada di daerag Trowulan sekarang, Mojokerto, Jawa Timur. Namun, mungkin belum banyak orang yang mengetahui tentang kerajaan ini.

Nah, untuk kalian yang ingin tahu, tidak perlu khawatir. Karena, kali ini Pesona Indonesia akan membagikan tentang sumber sejarah Kerajaan Majapahit lengkap dengan peninggalan-peninggalannya. Yuk simak dibawah ini.

Sejarah Kerajaan Majapahit

Sebelum berdirinya Majapahit, Singhasari telah menjadi kerajaan paling kuat yang ada di Jawa. Hal ini menjadi perhatian Kubilai Khan, penguasa Dinasti Yuan di Tiongkok.

Ia mengirim utusan yang bernama Meng Chi ke Singhasari yang menuntut upeti. Kertanagara, penguasa kerajaan Singhasari yang terakhir menolak untuk membayar upeti dan mempermalukan utusan tersebut dengan merusak wajahnya dan memotong telinganya.

Kubilai Khan marah dan lalu memberangkatkan ekspedisi besar ke Jawa tahun 1293. Saat itu, Jayakatwang, adipati Kediri, sudah membunuh Kertanegara.

Raden Wijaya yang bertugas menghadang pasukan di sebelah utara ternyata mendapati serangan lebih besar dilancarkan dari arah selatan.

Raden Wijaya pun kembali ke istana. Melihat istana yang porak poranda dan terbunuhnya Kertanegara, akhirnya Raden Wijaya melarikan diri. Raden Wijaya melarikan diri bersama tentaranya yang setia dengan dibantu penduduk desa Kugagu.

Setelah dirasa aman, Raden Wijaya menuju Madura meminta perlindungan Aryawiraraja. Atas saran Aria Wiraraja, Jayakatwang memberikan pengampunan kepada Raden Wijaya yang datang menyerahkan diri.

Kemudian, Wiraraja mengirim utusan ke Daha, yang membawa surat berisi pernyataan, Raden Wijaya menyerah dan ingin mengabdi kepada Jayakatwang.

Jawaban dari surat tersebut disambut dengan senang hati. Raden Wijaya kemudian diberi hutan Tarik. Ia membuka hutan itu dan membangun desa baru. Desa itu dinamai Majapahit, yang namanya diambil dari buah maja, dan rasa “pahit” dari buah tersebut.

Pada saat itu pula, pasukan tentara Mongol datang ke Jawa dengan dipimpin oleh Shih-Pi, Ike-Mise, dan Kau Hsing yang bermaksud mencari Kertanegara untuk dihabisinya.

Adanya situasi ini dimanfaatkan oleh Raden Wijaya dengan memberitahukan bahwa Kertanegara sedang berada di istana. Namun, para tentara Mongol tidak mengetahui jika Kertanegara telah tewas, dan Kertanegara yang dimaksudkan Raden Wijaya adalah Jayakatwang.

Ketika pasukan Mongol tiba, Wijaya bersekutu dengan pasukan Mongol untuk bertempur melawan Jayakatwang.

Setelah berhasil menjatuhkan Jayakatwang, Raden Wijaya berbalik menyerang sekutu Mongolnya sehingga memaksa mereka menarik pulang kembali pasukannya secara kalang-kabut karena mereka berada di negeri asing.

Sehingga pada 10 November 1293 Raden Wijaya yang merupakan pendiri kerajaan Majapahit naik tahta dan dinobatkan menjadi raja dengan gelar Sri Kertajasa Jayawardhana.

Raja-Raja Kerajaan Majapahit

silsilah raja majapahit

Para penguasa silsilah Kerajaan Majapahit adalah penerus dari keluarga kerajaan Singhasari, yang dirintis oleh Sri Ranggah Rajasa, pendiri Wangsa Rajasa pada akhir abad ke-13.

Berikut Ini Raja raja Kerajaan Majapahit:

  • Raden Wijaya (1293-1309 M)
  • Jayanegara (1309-1328 M)
  • Tribuana Tunggadewi (1328-1350 M)
  • Hayam Wuruk (1350-1389 M)
  • Kusumawardani Wikramawardhana (1389-1429 M)
  • Suhita (1429-1447 M)
  • Bhre Tumapel atau Kertawijaya (1447-1451 M)
  • Rajasawardhana (1451-1453 M)
  • Purwawisesa (1456-1466 M)
  • Bhre Pandansalas atau Suraprabhawa (1466-1468 M)
  • Bhre Kertabumi          (1468-1478 M)
  • Girindrawardhana (1478–1498 M)
  • Hudhara (1498-1518 M)

Masa Kejayaan Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Hayam Wuruk (cicit dari Raden Wijaya). Di usianya yang belia, Hayam Wuruk diangkat menjadi raja Majapahit.

Meskipun usianya masih sangat muda, Hayam Wuruk merupakan sosok pekerja keras dan gigih. Bersama Gajah Mada, Hayam Wuruk berhasil menaklukkan hampir seluruh wilayah nusantara dan menjadikan Majapahit sebagai kerajaan terbesar saat itu.

Bahkan ia sampai memperluas wilayah kekuasaannya hingga ke Thailand, Singapura, dan Malaysia.

Masa Keruntuhan Majapahit

Penyebab runtuhnya Kerajaan Majapahit bermula sejak sepeninggal Gajah Mada dan Hayam Wuruk. Ditambah dengan pengaruh Islam yang sudah meluas sehingga banyak sekali serangan-serangan kerajaan baru Islam menyebabkan Kerajaan hindu ini pun runtuh.

Kehidupan Di Kerajaan Majapahit

Kehidupan Di Kerajaan Majapahit

1. Kehidupan Politik Kerajaan Majapahit

Kehidupan politik di Kerajaan Majapahit penuh pemberontakan. Pemberontakan terjadi berawal dari Raden Wijaya menjadi raja. Banyak pemberontakan yang dilakukan oleh Ronggolawe, Sora, dan Nambi. Pemberontakan itu bertujuan untuk menjatuhkan Raden Wijaya.

Meskipun begitu, Raden Wijaya tetap mampu mengatasinya karena kecerdikan yang dimilikinya. Masa pemerintahan Raden Wijaya berakhir tahun 1309, hal ini karena Raden Wijaya meninggal dunia.

Pewaris kerajaan selanjutnya adalah Jayanegara yang tak lain adalah putra Raden Wijaya. Kala itu, dia baru berusia 15 tahun.

Di masa pemerintahan Jayanegara juga banyak sekali terjadi pemberontakan ditambah dengan kemampuan Jayanegara yang minim terhadap kerajaan.

Hingga akhirnya Jayanegara dijuluki “Kala Jamet” yang artinya lemah dan jahat. Selain itu, pemberontakan Ra Kuti adalah pemberontakan paling berbahaya yang hampir menjatuhkannya.

Di sisi lain, Gajah Mada pun menyelamatkannya dan dibawa ke tabib desa Badaran. Namun, ternyata tabib tersebut memiliki dendam yang akhirnya Jayanegara dibunuhnya. Gajah Mada pun membalaskan dengan membunuh tabib tersebut.

Kerajaan pun diteruskan oleh sang adik, Gayatri yang bergelar Tri Buana Tunggadewi. Pada masanya juga terjadi banyak pemberontakan, namun lagi-lagi berhasil ditumpas oleh Gajah Mada. Gajah Mada pun dilantik menjadi mahapatih kerajaan.

Setelah itu, dia mengucapkan sumpah yang dikenal dengan sumpah palapa. Tak lama setelah itu, Sang Ratu meninggal dunia. Pemerintahannya hanya berlangsung 1328-1350 M saja. Setelah itu digantikan oleh Hayam Wuruk hingga mencapai puncak keemasannya.

2. Kehidupan Ekonomi Kerajaan Majapahit

Letak Kerajaan Majapahit yang strategis, berada di dataran rendah, dan banyaknya pelabuhan-pelabuhan menjadikan perekonomian berkembang pesat. Mayoritas penduduknya adalah pedagang, ada juga pengrajin emas, perak, dan lain-lain.

Komoditas ekspor kerajaan berupa lada, garam, kain, dan burung kakak tua. Kerajaan ini juga membuat mata uang dengan campuran perak, timah putih, timah hitam dan tembaga. Selain itu, berbagai infrastruktur juga turut dibangun.

3. Kehidupan Kebudayaan Kerajaan Majapahit

Kehidupan kebudayaan kerajaan sangatlah maju pada masa itu. Hal ini karena letak geografis Kerajaan satu ini yang memunculkan berbagai perayaan keagamaan maupun perayaan adat lainnya dirayakan setiap tahunnya yang disambut meriah penduduk Majapahit.

Peninggalan Kerajaan Majapahit

Peninggalan Kerajaan Majapahit

Beberapa peninggalan Kerajaan Majapahit ini antara lain :

1. Candi Tikus

Candi ini ketika ditemukan terdapat banyak sarang tikus liar didalamnya, karena itulah candi ini dinamakan Candi Tikus. Candi ini terletak di situs arkeolog Triwulan. Yakni dapat kita temukan di Dukuh Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.

2. Candi Brahu

Sama seperti Candi Tikus, Candi Brahu ini juga dapat kita temukan di situs arkeolog Trowulan. Candi ini difungsikan untuk pembakaran mayat para raja pada masa Kerajaan Majapahit. Bangunannya dibuat oleh Mpu Sendok pada masa itu.

3. Gapura Bajang Ratu

Bangunan gapura yang unik dan bernuansa Majapahit ini dapat kita temukan di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Gapura ini dibangun sekitar abad ke 14 Masehi.

Gapura ini difungsikan sebagai pintu masuk untuk memasuki tempat suci saat memperingati wafatnya raja Jayanegara saat itu.

4. Gapura Wringin Lawang

Lokasi dari Gapura Wringin Lawang berada di Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Bangunan yang terbuat dari bata merah ini memiliki tinggi 15,5 meter.

Dari segi gaya arsitektur, candi ini nampak mirip dengan Candi Bentar. Gapura ini digunakan sebagai gerbang untuk memasuki kediaman Mahapatih Gajah Mada.

5. Candi Jabung

Candi ini hanya terbuat dari tumpukan bata merah. Candi ini pernah disinggahi Hayam Wuruk pada tahun 1359. Saat itu Hayam Wuruk berlawat mengelilingi Jawa Timur. Candi ini dapat kita temukan di Desa Jabung, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur.

Prasasti Kerajaan Majapahit

Beberapa Prasasti Kerajaan Majapahit adalah:

  • Prasasti Sukamerta (1296 M)
  • Prasasti Butulan (1298 M)
  • Prasasti Balawi (1305 M)
  • Prasasti Prapancasarapura (1320 M)
  • Prasasti Parung (1350 M)
  • Prasasti Alasantan (939 M)
  • Prasasti Kamban (941 M)
  • Prasasti Hara-Hara (966 M)
  • Prasasti Maribong (1264 M)
  • Prasasti Wurare (1289 M)
  • Prasasti Kudadu (1294 M)
  • Prasasti Canggu (1358 M)
  • Prasasti Biluluk I (1366 M)
  • Prasasti Karang Bogem (1387 M)
  • Prasasti Katiden (1392 M)
  • Prasasti Biluluk II (1393 M)
  • Prasasti Biluluk III (1395 M)
  • Prasasti Lumpang (1395 M)
  • Prasasti Waringin Pitu (1447 M)
  • Prasasti Jiwu (1486 M)
  • Prasasti Marahi Manuk
  • Prasasti Jiyu

Peta Kerajaan Majapahit

Peta Kerajaan Majapahit

Itulah informasi lengkap mengenai latar belakang Kerajaan Majapahit. Semoga dengan membaca dan mengulik kembali sejarah ini, wawasan dan ilmu pengetahuan kalian semakin bertambah.

Avatar
Anggita Dewi Saya sangat suka dengan keberagaman budaya dan seni yang ada di Negara Indonesia.

Kesenian Betawi

Avatar Anggita Dewi
2 min read

Sejarah ASEAN

Avatar Anggita Dewi
4 min read