Daftar Slot Onlinejoker123esports indonesiaSBOBETpoker onlinesbobet88Daftar joker123
Kesenian Betawi: Seni Tari, Musik Dan Berbagai Hal Lain Yang Indah!
Anggita Dewi Saya sangat suka dengan keberagaman budaya dan seni yang ada di Negara Indonesia.

Kesenian Betawi

kesenian betawi

Di Jakarta, suku Betawi merupakan suku yang dominan meskipun banyak pendatang di Jakarta. Kesenian Betawi terlihat kurang diminati oleh masyarakat, hal ini dikarenakan pengaruh budaya asing yang masuk ke Indonesia.

Padahal, kesenian budaya Betawi memiliki keunikkan dan keindahan yang juga tidak kalah bagusnya dari budaya luar. Salah satu kesenian Betawi adalah Lenong yang sudah terkenal dimana-mana itu.

Nah, untuk kalian pecinta Tanah Air yang ingin tahu ada kesenian apa saja di Betawi, yuk baca artikel berikut sampai habis.

Baca Juga: Sejarah Suku Betawi

Kesenian Khas Betawi

Keberadaan kesenian Betawi sangat terpengaruh dengan kepentingan. Mulai dari kepentingan budaya asing sampai kepada kesadaran masyarakat Betawi sendiri untuk melestariakan keseniannya.

Apa saja kesenian tradisional Betawi? Yuk simak ringkasannya

1. Lenong

Lenong betawi

Lenong adalah seni pertunjukkan teater khas Betawi. Kesenian ini merupakan teater yang mengkisahkan cerita yang diangkat dari kehidupan sehari-hari masyarakat Betawi.

Dibawakan dalam dialek Betawi, Kesenian tradisional ini diiringi musik gambang kromong dengan alat-alat musik seperti gambang, kromong, gong, kendang, kempor, suling, dan kecrekan, serta alat musik unsur Tionghoa seperti tehyan, kongahyang, dan sukong.

Lakon atau skenario lenong umumnya mengandung pesan moral, yaitu menolong yang lemah, membenci kerakusan dan perbuatan tercela.

2. Ondel-Ondel

Ondel-ondel adalah kesenian khas Betawi yang banyak ditampilkan daerah Jakarta. Dalam acara-acara tertentu, kesenian klasik ini masih sering dijumpai.

Adapun tinggi dari Ondel-ondel yaitu berkisar 2 meter. Pada umumnya Ondel-ondel tampil bersama pasanganya. Namun ada kalanya dipertunjukkan tanpa pasangan. Semua disesuaikan dengan situasi dan kondisi.

Secara singkat, Ondel-ondel merupakan bentuk pertunjukan rakyat Betawi yang sering ditampilkan dalam pesta-pesta rakyat. Ondel-ondel memerankan leluhur atau nenek moyang yang senantiasa menjaga anak cucunya atau penduduk suatu desa dari gangguan pihak luar.

3. Palang Pintu

Palang Pintu

Palang Pintu merupakan kebiasaan masyarakat Betawi saat upacara pernikahan. Kesenian dati Betawi Palang pintu ini menggabungkan seni beladiri dengan seni sastra pantun.

Pada tradisi ini, jawara yang bertindak sebagai perwakilan mempelai laki-laki dan perempuan akan saling menunjukan kemampuan memperagakan gerakan silat dan melontarkan pantun satu sama lain.

Usai menunjukkan beberapa gerakan silat dan saling berbalas pantun, baru rombongan mempelai pria bisa masuk ke area rumah mempelai perempuan untuk melanjutkan prosesi pernikahan.

Guna melestarikan kesenian suku Betawi ini, dalam beberapa momen sering diadakan festival “palang pintu” oleh pemerintah dan mendapat antusiasme dari masyarakat Betawi. Dalam setahun, biasanya digelar beberapa kali di Jakarta.

Baca Juga: Rumah Adat Betawi

4. Tari Topeng

Topeng Blantek berasal dari dua suku kata, yaitu topeng dan blantek. Istilah topeng berasal dari bahasa China di zaman Dinasti Ming. Topeng asal kata dari to dan peng. To artinya sandi, dan peng artinya wara, sehingga bila dijabarkan berarti sandiwara.

Sedangkan kata blantek ada beberapa pendapat. Ada yang mengatakan berasal dari musik yang mengiringinya, yaitu satu rebana biang, dua rebana anak dan satu kecrek yang menghasilkan bunyi, blang blang crek.

Pendapat lain mengatakan asal nama blantek berasal dari Inggris, yaitu blindtexs yang berarti buta naskah. Marhasan, tokoh pelestari topeng blantek mengatakan, permainan blantek dulu tidak memakai naskah. Sutradara hanya memberikan garis besar cerita yang akan dimainkan.

5. Tanjidor

Tanjidor betawi

Tanjidor merupakan kesenian adat Betawi yang berbentuk orkes. Kesenian ini sudah dimulai sejak abad ke-19 atas rintisan Augustijn Michiels atau lebih dikenal dengan nama Mayor Jantje di daerah Citrap atau Citeureup.

Musik Tanjidor Betawi ternyata dilahirkan dari perkebunan Belanda yang terletak di pinggiran Batavia seperti Depok, Cibinong, Bogor, Bekasi, dan Tangerang. Yang memainkannya adalah budak-budak seraya mempersembahkan pertunjukan untuk menir-menir Belanda.

Saat perbudakan dihapus pada abad ke-19, kelompok tanjidor tetap bermusik dengan cara mengamen demi mendapatkan penghasilan. Pengaruh Eropa tampak jelas dari penggunaan alat musik seperti terompet, bas, klarinet, dan simbal.

Saat ini tandijor sudah melebur dengan musik tradisional Melayu, yaitu gembang kromong yang menggunakan rebana, beduk, gendang, kempul, dan masih banyak lagi.

6. Tari Pencak Silat

Tari silat Betawi yang dengan sendirinya berunsurkan gerak-gerak silat, menunjukan aliran atau gaya diikuti penari masing-masing.

Tari silat adalah tarian yang keseluruhan gerakannya diambil dari gerak pencak silat. Kesenian daerah betawi ini menunjukkan aliran atau gaya yang diikuti oleh masing-masing penari. Tari ini diiringi oleh tetabuhan khusus yang disebut gendang pencak, gambang kromong, gamelan topeng dan lain-lainnya.

Baca Juga: Makanan Khas Betawi

Kesimpulan

Tak bisa dipungkiri bahwa pengaruh kesenian yang datang dari luar memang sedikit banyak memberikan pengaruh kepada masyarakat Betawi.

Maka dari itu, tidak salah jika pemerintah melakukan pencegahan dengan berbagai cara, salah satunya dengan membuat kebijakan yang menjaga dan merawat kesenian lokal. Namun juga, butuh kesadaran dan kerja keras para masyarakatnya agar bisa mencapai kebijakan tersebut.

Avatar
Anggita Dewi Saya sangat suka dengan keberagaman budaya dan seni yang ada di Negara Indonesia.

Kerajaan Majapahit

Avatar Anggita Dewi
4 min read

Sejarah ASEAN

Avatar Anggita Dewi
4 min read