Daftar Slot Onlinejoker123esports indonesiaSBOBETpoker onlinesbobet88Daftar joker123
Konghucu: Agama Yang Diakui Kembali Sejak Presiden Gus Dur
Anggita Dewi Saya sangat suka dengan keberagaman budaya dan seni yang ada di Negara Indonesia.

Agama Konghucu

konghucu

Agama Konghucu merupakan salah satu agama yang diakui di Indonesia. Konghucu ini seringkali disamakan dengan agama Buddha.

Padahal, mereka memiliki perbedaan yang cukup signifikan jika kita pelajari. Salah satunya adalah ada lebih banyak nama Dewa Dewi Konghucu dibandingkan dengan Buddhisme.

Namun, masih banyak orang yang tidak begitu mengetahui informasi tentang agama Konghucu. Karena itu, kali ini Pesona Indonesia akan menjelaskannya kepada kalian.

Konghucu

Agama Konghucu juga merupakan istilah yang muncul sebagai akibat dari keadaan politik di Indonesia. Agama ini lazim dikaburkan makna dan hakikatnya dengan Konfusianisme sebagai filsafat.

Di Indonesia sendiri, mungkin tidak banyak masyarakatnya yang memeluk agama Konghucu. Namun, tetap masih ada beberapa orang yang beragama Konghucu.

Hal ini dapat dibuktikan dari adanya tempat ibadah agama Konghucu, yaitu kelenteng Konghucu. Selain itu, masyarakat Indonesia juga kerap kali merayakan hari raya Imlek yang sebenarnya merupakan hari raya Konghucu.

Terdapat juga beberapa pemuka agama Konghucu di Indonesia yang mendirikan beberapa organisasi Konghucu.

Sejarah Agama Konghucu

sejarah konghucu

1. Konfusianisme Sebagai Agama dan Filsafat

Konfusianisme muncul dalam bentuk agama di beberapa negara seperti Korea, Jepang, Taiwan, Hong Kong dan Tiongkok. Dalam bahasa Tionghoa, agama Khonghucu sering kali disebut sebagai Kongjiao atau Rujiao

2. Agama Khonghucu Pada Zaman Orde Baru

Di zaman Orde Baru, pemerintahan Soeharto melarang segala bentuk aktivitas berbau kebudayaaan dan tradisi Tionghoa di Indonesia.

Hal ini menyebabkan banyak pemeluk kepercayaan tradisional Tionghoa menjadi tidak berstatus sebagai pemeluk salah satu dari 5 agama yang diakui.

Untuk menghindari permasalahan politis (dituduh sebagai atheis dan komunis), pemeluk kepercayaan tadi kemudian diharuskan untuk memeluk salah satu agama yang diakui, mayoritas menjadi pemeluk agama Buddha, Islam, Katolik, atau Kristen.

Klenteng yang merupakan tempat ibadah kepercayaan tradisional Tionghoa (tempat ibadah Konghucu) juga terpaksa mengubah nama dan menaungkan diri menjadi Vihara yang merupakan tempat ibadah agama Buddha.

3. Agama Khonghucu pada zaman Orde Reformasi

Lalu pada masa Orde Baru, pemeluk kepercayaan tradisional Tionghoa mulai mendapatkan kembali pengakuan atas identitas mereka sejak masa kepemimpinan presiden KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Pernyataan ini disampaikan melalui UU No 1/Pn.Ps/1965 yang menyatakan bahwa agama-agama yang banyak pemeluknya di Indonesia antara lain Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Buddha dan Khonghucu.

Hari Besar Konghucu

  • Imlek (Hari Raya keagamaan resmi)
  • 1 bulan I (Zheng Yue) – Tahun Baru Kongzili / Yinli / Xin Zheng
  • 4 bulan I – Menyambut turunya malaikat dapur (Chao Chun).
  • 8/9 bulan I – Jing Tian Gong (Sembahyang Besar kepada Tuhan YME)
  • 15 bulan I – Shang Yuan/Yuan Xiao atau Cap Go Me
  • 18 bulan II (Erl Yue) – Hari Wafat Nabi Kongzi (Zhi Sheng Ji Zhen)
  • 5 April – Hari Sadranan (Qing Ming)
  • 5 bulan V (Wu Yue) – Duan Yang/Duan Wu/Bai Chun
  • 29 bulan VII – Sembahyang Arwah Umum.
  • 15 bulan VII (Ji Yue) – Jing He Ping/Jing Hao Peng
  • 15 bulan VIII (Ba Yue) – Zhong Qiu (Sembahyang Purnama Raya)
  • 27 bulan VIII (Ba Yue) – Zhi Sheng Dan (Hari Lahir Nabi Kongzi)
  • 15 bulan X – Xia Yuan.
  • 22 Desember – Dong Zhi (Hari Genta Rohani)
  • 24 bulan XII (Shi Erl Yue) – Hari Persaudaraan & Naiknya malaikat dapur (Chao Chun).

Tempat Ibadah Konghucu

Tempat Ibadah Konghucu

1. Kong Miao, (Confucius Temple)

Pada umumnya di dalam Kong Miao hanya terdapat Kim sin Nabi Kong Zi sedangkan Altar Dewa-Dewi terpisah dari bangunan utama, didalam Kong Miao terdapat banyak tulisan (Xian Zi) papan penghormatan Nabi Kongfuzi /Khonghucu dan juga para muridnya yang terkenal.

Bangunan Kong Miao yang tertua di Indonesia terdapat di kota Surabaya yang dikenal dengan “Boen Bio” sedangkan di Jakarta Kelenteng Kong Miao Terdapat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Khongcu Bio di kota Cirebon.

Namun, ada pula Kong Miao yang tidak memiliki Kim Sin Nabi Kong Zi, hanya memiliki altar Sin Beng yang di anggap sebagai leluhur nya.

Pada dasarnya Kong Miao jenis ini adalah semacam Rumah Leluhur, tempat umatnya memberi penghormatan kepada leluhurnya.

Tuan rumah Kong Miao disebut “Kongco”, yang berarti Leluhur Engkong (Leluhur Kakek). Leluhur yang berada dalam Kong Miao ini adalah leluhur yang memang juga sekaligus, di puja sebagai Dewa-Dewi (Shen Ming).

Itu sebabnya, rupang yang terdapat dalam Kong Miao ini tidak serta merta disebut Dewa-Dewi, melainkan disebut Kongco.

2. Litang (Ruang Ibadah)

Litang adalah nama tempat ibadah agama Khonghucu yang banyak terdapat di Indonesia. Saat ini sudah ada lebih dari 250 Litang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Ciri tempat ibadah tersebut selain altarnya yang berisi Kim Sin (Nabi Kongzi / Khonghucu), juga biasanya terdapat lambang “Mu Duo” atau Bok Tok (dalam dialek Hokian) yaitu berupa gambar Genta dengan tulisan huruf ‘Zhong Shu’ atau Tiong Sie (bahasa Hokian) artinya “Satya dan Tepasarira / Tenggang Rasa” yang merupakan inti ajaran agama Khonghucu.

Hal ini sesuai dengan Sabda Nabi Kongzi dalam Kitab Lun Yu “Apa yang diri sendiri tiada inginkan, janganlah diberikan terhadap orang lain”.

Umat Khonghucu biasanya melakukan ibadah di Litang setiap tanggal 1 dan 15 penanggalan Imlek. Namun ada pula yang melaksanakannya pada hari Minggu dan hari lain, hal ini disesuaikan dengan kondisi dan keadaan setempat.

3. Kelenteng

Kelenteng pada umumnya digunakan sebagai sarana tempat bersembahyang/ibadah oleh kebanyakan orang Tionghoa (Buddha, Khonghucu dan Tao) sehingga kadang-kadang kita sulit membedakan apakah mereka itu penganut agama Buddha Mahayana, Khonghucu atau Tao.

Namun kalau kita telaah lebih jauh, ada ciri yang membedakan dari ketiga bangunan tempat ibadah masing-masing penganut agama tersebut yaitu dari nama kelenteng tersebut dan juga para Dewa-dewi yang berada dalam bangunan Kelenteng tersebut.

Secara umum bangunan Kelenteng biasanya bergaya arsitektur khas Tiongkok, misalnya terdapat ukiran Naga atau Liong pada bagian atas atap atau pilarnya ada lukisan Qilin (binatang yang dianggap suci).

Bentuknya seperti seekor rusa, kulitnya bersisik berwarna hijau keemasan, bertanduk tunggal. Hewan suci ini pernah muncul pada saat menjelang kelahiran Khonghucu / Kongzi dan terbunuh oleh Pangeran Lu Ai Gong dalam perburuannya yang menandai peristiwa sebelum kewafatan Khonghucu.

Di depan kelenteng terdapat Hiolo tempat menancapkan hio/dupa dan memanjatkan doa kepada Tian (Tuhan YME).

Di dalam Kelenteng terdapat rupang Nabi Para Shen Ming yang disebut Leluhur Kongco dan Makco yang disembahyangi dan di hormati oleh umat.

Terdapat tempat untuk membakar kertas sembahyang. Biasanya juga sekaligus merupakan tempat perkumpulan / yayasan sosial, seperti kegiatan keagamaan Khonghucu.

Adapun kebiasaan membakar kertas sembahyang ini secara umum dilakukan oleh penganut agama tradisional tionghoa, dan menjadi praktek budaya bagi orang tionghoa.

Dengan Atap yg berbentuk kapal & busur Selain Qilin juga didukung dengan Ornamen-ornamen Lainnya seperti patung singa sepasang depan pintu masuk kelenteng, Naga di tiang dan di atap ataupun didinding kelenteng, burung Hong, kura2, lampion, Pat Kua, patung 12 Shio, dll.

Kitab Suci Konghucu

Kitab Suci Konghucu

Kitab suci agama Khonghucu dibagi menjadi dua kelompok:

1. Wu Jing (Kitab Suci yang Lima) yang terdiri atas:

  • Kitab Sanjak Suci (Shi Jing)
  • Kitab Dokumen Sejarah (Shu Jing)
  • Kitab Wahyu Perubahan (Yi Jing)
  • Kitab Suci Kesusilaan (Li Jing)
  • Kitab Chun-qiu (Chunqiu Jing)

2. Si Shu (Kitab Yang Empat) yang terdiri atas:

  • Kitab Ajaran Besar (Da Xue)
  • Kitab Tengah Sempurna (Zhong Yong)
  • Kitab Sabda Suci (Lun Yu)
  • Kitab Mengzi (Meng Zi)

Selain itu masih ada satu kitab Konghucu lagi: Xiao Jing (Kitab Bakti).

Itulah informasi lengkap mengenai Agama Konghucu yang harus kalian ketahui. Setiap agama di Indonesia pasti mengajarkan ajaran yang baik melalui keindahannya masing-masing.

Karena itu, alangkah beruntungnya kita yang terlahir di Indonesia dengan berbagai macam kepercayaan namun tetap bisa menjadi satu.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan wawasan kalian. Terutama pada bidang agama Konghucu.

Avatar
Anggita Dewi Saya sangat suka dengan keberagaman budaya dan seni yang ada di Negara Indonesia.

Agama Katolik

Avatar Anggita Dewi
3 min read

Agama Hindu

Avatar Anggita Dewi
6 min read