Daftar Slot Onlinejoker123esports indonesiaSBOBETpoker online
10 Makanan Khas Papua Yang Enak dan Wajib Untuk Dicicipi!
Anggita Dewi Saya sangat suka dengan keberagaman budaya dan seni yang ada di Negara Indonesia.

Makanan Khas Papua

daftar makanan khas dari papua

Papua adalah pulau di bagian timur Indonesia yang memiliki daya tarik sendiri. Keeksotisan budaya dan pemandangannya sangat menarik untuk dijadikan destinasi wisata alam. Tapi bukan hanya dari pesona wisatanya saja, ternyata banyak makanan khas Papua yang jarang kita ketahui selama ini, namun punya cita rasa yang tidak perlu diragukan kelezatannya.

Nah berikut ini adalah makanan khas dari daerah Papua yang wajib untuk kamu coba jika sedang singgah di sana.

10 Makanan Khas Papua Yang Lezat dan Unik!

1. Kue Lontar

Kue Lontar sekilas tampak seperti berbentuk mangkuk dan tidak tampak berbeda dengan kue pie susu.

Kue ini memiliki rasa yang manis dan juga gurih. Hal itu membuat Kue Lontar menjadi sajian khas istimewa masyarakat papua saat menyambut hari besar, seperti hari raya idul fitri misalnya. Makanan khas asal Papua ini terbuat dari margarin, tepung terigu, vanili, dan susu.

Kue lontar dibuat dengan cetakan yang besar, sehingga kue Lontar berukuran besar. Namun ada juga kue lontar yang berukuran kecil, biasanya dibawa untuk oleh – oleh. Pada mulanya kue lontar disebut dengan rontart, namun karena sulit di lafalkan maka penduduk Papua akhirnya menyebut kue ini dengan nama Lontar.

2. Sate Ulat Sagu

Jika mendengar nama makanan khas masyarakat Papua Barat ini mungkin beberapa orang sudah merasa tidak ingin memakannya karena bahan dasarnya yang berupa ulat sagu. Tetapi sebenarnya ulat sagu adalah salah satu sumber protein yang baik dan sudah sangat biasa dikonsumsi di Papua, termasuk pada pemanfaatan ulat sagu sebagai bahan baku sate.

Di Papua biasanya ulat sagu bahkan dimakan mentah, meski sering juga diolah menjadi sate. Biasanya ulat sagu yang dikonsumsi adalah ulat sagu yang berukuran sebesar ibu jari orang dewasa. Ulat ini diambil dari pohon sagu yang sudah membusuk. Batang pohon sagu yang ditebang, didalamnya terdapat ulat-ulat sagu. Ulat sagu sendiri memiliki tekstur yang kenyal dengan rasa yang gurih.

3. Ikan Bungkus

Ikan bungkus adalah makanan asli dari Papua yang dibuat dari dua bahan. Bahan itu adalah ikan laut dan daun talas yang digunakan sebagai pembungkusnya. Bumbu yang digunakan hanya garam untuk memberikan rasa asin dan juga menghilangkan getah pada daun talas yang digunakan.

Selain bahan yang digunakan sangat sedikit, cara membuat ikan bungkuspun sangat mudah. Pertama bersihkan ikan, lalu kemudian masukkan ikan ke dalam daun talas. Setelah itu ikan ditutup dengan menggunakan daun talas. Terakhir bakar di atas api kecil hingga matang. Kalau sudah matang, ikan bungkus siap disajikan selagi hangat.

4. Papeda

Papeda adalah makanan yang memiliki rasa tawar. Biasanya papeda disajikan bersama dengan ikan tongkol yang dibumbui dengan kunyit atau bersama dengan kuah kuning. Papeda juga basa dinikmati bersama dengan sayur diolah dari daun melinjo muda atau sayur Ganemo.

Makanan kenyal ini sering dihidangkan saat acara-acara penting di wilayah Papua, Maluku, dan sekitarnya. Sehingga tak heran jika papeda menjadi salah satu warisan kuliner Nusantara yang khas.

Proses mengolah sagu menjadi papeda sangat mudah. Saat air mendidih, tuangkan air ke dalam saripati sagu sambil diaduk sampai mengental dan terjadi perubahan warna, yaitu dari putih menjadi bening keabu-abuan. Pengadukan dalam proses ini harus searah sampai tekstur benar-benar merata . Setelah itu papeda siap dinikmati bersama dengan lauknya.

5. Udang Selingkuh

Tidakkah kalian bertanya – tanya kenapa nama makanan ini adalah Udang Selingkuh? Alasannya cukup unik, karena udang ini memiliki capit yang besar menyerupai kepiting. Jadi masyarakat disana mengira ini merupakan hasil perselingkuhan antara udang dan kepiting.

Sebenarnya udang yang berasal dari wamena ini memang pada dasarnya memiliki capit yang besar, tidak seperti udang air laut pada umumnya yang bahkan tidak memiliki capit.

Untuk penyajiannya udang selingkuh ini biasa disajikan dengan cara digoreng ataupun direbus. Bumbu-bumbu penyedap rasa untuk udang biasanya memakai saus mentega, saus tiram, saus padang dan juga saus asam manis. Saat disajikan biasanya udang ini ditemani dengansepiring kangkung yang ditumis.

Sedangkan untuk penyajian dengan cara direbus, bumbu penyedap seperti sambal kecap, buah tomat dan beberapa sayuran macam kol dapat menemani santap udang selingkuh persis kita menyantap lalapan. Selain itu udang selingkuh ini juga bisa disajikan dengan cara dibakar.

6. Sagu Lempeng

Sepertinya sagu memang sudah menjadi makanan khas orang Papua. Selain di olah menjadi papeda, masyarakat papua juga biasa mengolahnya menjadi Sagu Lempeng.

Makanan ini memiliki proses memasak yang cukup mudah seperti roti basah yang berbahan dasar sagu. Sebelum dimasak, sagu harus melalui proses ayak sebanyak 3 kali agar dapat benar- benar halus. Lalu diolah menjadi adonan, dan dicampurkan dengan parutan kelapa serta gula merah. Setelah itu dibakar dalam cetakan selama kurang lebih 60 menit, dengan menggunakan cetakan khusus dari tanah liat bernama forna.

Kue ini memiliki tekstur yang keras dengan cita rasa yang tawar. Namun, seiring berkembangnya zaman, masyarakat setempat menambahkan rasa manis menggunakan gula pada kue ini.

Namun tak banyak yang menjual kue ini di warung atau rumah makan, bahkan di Papua sendiri. Masyarakat Papua membuat roti ini hanya untuk dikonsumsi sehari-hari, bukan untuk dijual.

7. Aunu Senebre

Selanjutnya ada makanan tradisional khas Papua yang bernama Aunu Senebre. Aunu Senebre pernah terpilih menjadi salah satu nominator Anugerah Pesona Indonesia (API) II 2017 dalam kategori Makanan Tradisional Terpopuler.

Makanan ini sangat terasa istimewa karena memang hanya terdapat di Papua.

Aunu Senebre adalah olahan dari ikan teri nasi yang digoreng, lalu dicampur dengan daun talas dan kelapa lalu dikukus. Daun talas yang telah di iris tadi menghasilkan rasa gurih yang lezat.

Pada saat penyajiannya biasanya dimakan bersama dengan papeda. Aunu Senebre ini memiliki cita rasa yang khas dengan campuran bahan-bahan seperti pada pembuatan sup.

8. Colo-Colo

Banyak keragaman kuliner khas dari Papua yang lezat termasuk sambal. Salah satunya adalah Sambal colo-colo. Sambal ini banyak versinya. Ada versi yang menyebutkan kalau sambal colo-colo ini berasal dari Sulawesi ada yang bilang dari Maluku dan ada yang bilang dari Papua. Ada yang bilang pakai kecap, ada yang blang tidak. Ada yang bilang pakai terasi, ada yang bilang tidak.

Banyak yang menganggap sambal colo-colo yang pakai kecap terpengaruh dengan kaum pendatang atau orang yang merantau ke Jawa. Karena sebenarnya papua dan Maluku tak mengenal kecap.

Bahan untuk membuat sambal ini sangat sederhana. Hanya membutuhkan bahan seperti bawang merah, cabe rawit merah, cabe rawit hijau, tomat merah yang diiris yang kemudian disiram dengan kecap manis dan juga perasan jeruk nipis.

Sambal colo-colo ini sangat pedas. Uniknya dari sambal colo-colo ini tak perlu proses penumbukan seperti sambal pada umumnya. Tampilan sambalnya utuh. Makanya rasa pedasnya sangat terasa karena cabainya tidak diuleg.

9. Aunuve Habre

Aunuve habre adalah makanan olahan ikan cakalang. Ikan cakalang diolah dengan bumbu yang sangat sederhana, tapi menciptakan rasa yang luar biasa.

Cara membuat makanan khas Papua satu ini cukup unik, Pertama rebus daun talas hingga layu, kemudian gunakan daun talas ini untuk bungkus ikan saat akan dikukus. Selain itu bumbu yang digunakan juga terbilang sederhana. Ikan cakalang dibaluri dengan asam Jawa, lalu didiamkan beberapa lama agar menyerap. Setelah itu ditambahkan juga dengan garam. Baru dimasukkan atau dibungkus dengan daun talas tadi lalu dikukus hingga matang.

10. Sarang Semut

Makanan khas Papua yang terakhir ada Sarang semut. Kekayaan alam Papua memang menyimpan banyak obat-obatan tradisional. Salah satunya adalah sarang semut.

Sarang semut merupakan bahan makanan atau obat herbal yang diolah dari tumbuh-tumbuhan sejenis benalu. Tanaman ini banyak ditemukan ditemukan di Papua. Sarang semut Papua terkenal dan diakui memiliki banyak khasiat.

Sarang semut, seperti namanya, mirip dengan sarang semut. Ada bagian-bagian lubang memanjang dan tak beraturan bagian dalamnya. Sarang semut memiliki warna kecokelatan. Saat tumbuh, bagian bawah sarang semut membentuk umbi yang merupakan bagian yang diambil atau dipotong menjadi obat.

Di Papua sarang semut digunakan sebagai obat untuk beragam penyakit dan dikonsumsi dengan dicampur dengan bahan makanan lain. Sarang semut berkhasiat sebagai antioksidan hingga antikanker.

Kesimpulan

Itu tadi adalah beberapa makanan khas Papua yang wajib untuk kamu coba. Beberapa makanan di atas mungkin akan terasa asing bagi lidah kalian, namun percayalah cita rasa yang disuguhkan tidak akan mengecewakan.

Semoga informasi mengenai kuliner khas dari Papua di atas dapat membantu kalian semua, semoga bermanfaat!

Avatar
Anggita Dewi Saya sangat suka dengan keberagaman budaya dan seni yang ada di Negara Indonesia.