Daftar Slot Onlinejoker123esports indonesiaSBOBETpoker onlinesbobet88
Rumah Adat Bengkulu: Sejarah, Bagian, Filosofi dan Ciri Khasnya
Anggita Dewi Saya sangat suka dengan keberagaman budaya dan seni yang ada di Negara Indonesia.

Rumah Adat Bengkulu

rumah adat dari bengkulu

Bengkulu merupakan provinsi yang terletak di bagian barat daya pulau Sumatera. Bengkulu dikenal sebagai Bengkulen, Benkoelen, Bencoolen, atau bangkahulu.

Dulu, wilayah ini sangat dipenuhi oleh banyak kerajaan seperti Kerajaan Selebar, Kerajaan Sungai Kerut, Kerajaan Balai Buntar, dan lain-lain. karena itulah, Bengkulu menjadi sangat kental dengan budayanya.

Salah satu budaya yang sangat terkenal adalah rumah Tradisionalnya. Sama seperti wilayah lain, rumah adat dari Bengkulu juga memiliki makna filosofinya sendiri.

Untuk kalian yang penasaran dengan kebudayaan ini, kebetulan Pesona Indonesia sudah merangkumkan berbagai informasi tentang rumah adat Bengkulu dan keterangannya. Yuk langsung saja cek dibawah ini.

Sejarah Rumah Adat Daerah Bengkulu

Nama rumah adat daerah Bengkulu adalah rumah bubungan lima. Nama rumah ini juga bisa dipanggil sebagai bubungan tinggi, bubungan haji, bubungan limas, dan bubungan jembatan.

Nama-nama rumah adat tersebut diambil dari bentuk atap rumahnya yang berbentuk limas.

Bagian-bagian Rumah Adat Bengkulu

Bengkulu memiliki wilayah yang seringkali terkena gempa. Karena itu, rumah yang dibangun pastinya menyesuaikan kondisi disana. Rumah adat di Bengkulu mempunyai desain rumah panggung dan tahan gempa.

Rumah ini memiliki 15 buah tiang dengan tinggi mencapai 1,8 meter. Tiang-tiang penyangga tersebut ditumpangkan ke atas batu datar yang besar agar dapat meredam goncangan gempa. Selain itu, penggunaan batu datar tersebut juga untuk mencegah lapuknya tiang.

Umumnya rumah ini terbuat dari kayu kemuning atau kayu balam. Karakter kayu balam yang lentur namun tahan hingga ratusan tahun membuat kayu ini dipilih sebagai material utama rumah.

Bagian lantai rumah terbuat dari papan yang telah diserut dengan halus. Sedangkan bagian atapnya terbuat dari ijuk pohon enau atau sirap.

Pada bagian depan rumah terdapat tangga yang jumlah anak tangganya harus selalu ganjil. Secara umum, struktur bangunan rumah bubungan lima dibedakan menjadi 3, yaitu:

1. Bagian Atas

Awalnya, bagian atap dari rumah adat khas Bengkulu terbuat dari ijuk atau bambu. Namun, dalam perkembanganya sudah banyak yang menggunakan seng sebagai atap.

Pecu atau pelapon rumah ini terbuat dari papan tetapi ada juga yang menggunakan pelupuh bambu. Balok-balok kayu yang menghubungkan bagian atas dengan rumah dinamakan peran. Kasau yang menemppel dengan kap berfungsi sebagai tempat menempelnya atap.

2. Bagian Tengah

Bagian tengah bangunan terdiri dari kosen atau kerangka rumah dari kayu balam. Dindingnya terbuat dari papan atau pelupuh. Jendelanya berbentuk ram atau hanya berupa jendela biasa. Tulusi atau lubang angin biasanya terletak di bagian atas jendela atau pintu.

Terdapat tiang penjuru, tiang penjuru halaman dan tiang tengah. Ada juga bendok atau balok yang melentang di sepanjang dinding menghubungkan antar tiang sudut rumah.

3. Bagian Bawah

Bagian bawah rumah adat khas Bengkulu terbuat dari papan, pelupuh, atau bilah bambu. Geladan terdiri dari 8 papan dengan lebar 50cm.

Ada juga kijing yang merupakan penutup balok di pinggir luar sepanjang dinding rumah, dan tilan yang berfungsi sebagai menempelnya lantai.

Pada papan lantai terdapat Bidani yang terbuat dari bambu tebal dan dipasang meklintang di papan lantai. Fungsinya adalah untuk menahan serangan musuh atau hewan liar dari bawah rumah.

Pelupuh kamar tidur, disusun sejajar dengan papan lantai. Lapik tiang yang merupakan batu datar sebagai pondasi tiap tiang rumah. Tangga depan dan tangga depan dengan jumlah anak tangga yang ganjil.

Filosofi dan Ciri Khas Rumah Adat Khas Bengkulu

Bentuk atapnya yang limas dengan ketinggian mencapai 3,5 meter membuat rumah ini terlihat beda dengan yang lainnya.

Selain itu banyaknya tiang penyangga juga menambah khasnya rumah adat Bengkulu. Tangga yang terletak di bagian depan bangunan dengan jumlah anak tangga yang ganjil, semakin menegaskan ciri khas rumah Bubungan Lima.

Ritual penolak balak biasanya dilakukan dengan menggantungi bubungan rumah dengan beragam hasil pertanian, seperti sebatang tebu hitam, setandan pisang mas, kondo (kundur), setawar sedingin, dan dibagian tulangnya diberi kain putih yang sudah di rajah.

Susunan dan Fungsi Rumah Bubungan Lima

Berdasarkan funngsinya. Rumah ini terbagi atas:

  • Berendo

Berendo merupakan tempat untuk menerima tamu yang dikenal. Selain itu Barendo juga difungsikan sebagai tempat untuk bersantai di pagi dan sore hari atau bisa juga sebagai tempat bermain anak.

  • Hall

Bagian Hall juga merupakan ruangan untuk menerima tamu yang sudah dikenal dengan baik seperti kerabat atau tokoh yang disegani. Selain  itu hall juga dipakai sebagai tempat untuk bercengkrama bersama keluarga besar.

  • Bilik Gedang

Bilik gedang merupakan kamar utama dari rumah Bubunga Lima. Kamar ini biasa ditempati oleh pasangan suami istri dan anak kecil yang belum disapih.

  • Bilik Gadis

Ruangan ini merupakan bilik yang digunakan sebagai tempat si gadis dalam keluarga. Ruangan ini biasanya bersebelahan dengan bilik gedang.

  • Ruang Tengah

Ruangan ini biasanya dikosongkan. Pada bagian sudut ruangan terdapat tikar untuk tempat menerima tamu ibu rumah tangga, atau juga keluarga dekat si gadis. Selain itu, ruangan ini juga digunakan sebagai tempat tidur anak bujang dalam keluarga tersebut.

  • Ruang Makan

Merupakan bagian dari rumah bubungan lima yang digunakan sebagai tempat untuk makan.

  • Garang

Adalah tempat untuk menyimpan tempayan air atau disebut juga dengan nama gerigik. Ruangan ini lazim digunakan sebagai tempat unutk mencuci piring juga bersih-bersih diri sebelum memulai aktifitas dapur.

  • Dapur

Dapur terdapat di bagian belakang rumah dekat dengan garang. Dapur biasanya digunakan sebagai tempat untuk memasak bagi ibu rumah tangga.

  • Berendo belakang

Ruangan ini merupakan serambi di bagian belakang rumah. Tempat ini digunakan untuk bersantai khususnya bagi wanita.

Itulah informasi lengkap mengenai rumah adat provinsi Bengkulu. Kecantikkan ini masih dijaga sampai sekarang dan kita juga seharusnya bisa ikut serta dalam pelestariannya. Salah satu cara paling mudah adalah dengan mempelajari bagaimana bentuk rumah adat rakyat Bengkulu.

Semoga artikel ini dapat berguna serta dapat menambah wawasan kalian terutama di bidang rumah adat.

Avatar
Anggita Dewi Saya sangat suka dengan keberagaman budaya dan seni yang ada di Negara Indonesia.

Rumah Betang

Avatar Anggita Dewi
2 min read

Rumah Adat Yogyakarta

Avatar Anggita Dewi
1 min read

Rumah Adat Nias

Avatar Anggita Dewi
1 min read