Daftar Slot Onlinejoker123esports indonesiaSBOBETpoker onlinesbobet88Daftar joker123
5 Rumah Adat Sulawesi Selatan Beserta Penjelasan Lengkapnya
Anggita Dewi Saya sangat suka dengan keberagaman budaya dan seni yang ada di Negara Indonesia.

Rumah Adat Sulawesi Selatan

daftar rumah adat di sulawesi selatan

Sebagian kekayaan Indonesia memang memiliki keberagaman dengan ciri khasnya masing-masing. Sama halnya dengan Sulawesi Selatan yang memiliki keragaman rumah adat Sulawesi Selatan yang disesuaikan dengan masing-masing sukunya.

Bagi masyarakat Sulawesi Selatan, rumah adat dianggap sebagai sesuatu yang sakral karena di setiap  bagiannya memiliki  filosofi sendiri. namun ternyata rumah tradisional dari Sulawesi Selatan juga memiliki nilai artistik yang tinggi loh.

Mau tau seperti apa rumahnya? Yuk kita simak ulasan dibawah ini.

5 Rumah Adat Sulawesi Selatan Yang Indah

1. Rumah Adat Suku Makassar

Rumah adat dari suku Makassar agak berbeda dengan suku lainnya. Masyarakat Makassar biasa menyebutnya dengan rumah Balla.

Rumah ini berbentuk panggung dengan tinggi 3 meter dari tanah. Rumah ini juga disangga dengan 5 kayu penyangga untuk arah belakang dan 5 kayu penyangga ke arah samping.

Lain halnya dengan rumah seorang bangsawan yang tingkat perekonomiannya lebih tinggi, biasanya ukurannya akan lebih besar. Selain itu,  penyangganya juga bisa sampai 6 atau lebih untuk menyangga ke arah belakang.

Untuk bagian atapnya, rumah adat Sulawesi Selatan ini dibentuk menyerupai pelana bersudut lancip yang menghadap kebawah.

Atapnya biasanya terbuat dari nipah, rumbia, bambu, ijuk, ataupun alang-alang. Uniknya lagi, di bagian puncak atap yang berbatasan dengan dinding ada bentuk segitiga yang dinamakan timbaksela.

Timbaksela berada di  puncak atap dan memiliki simbol tersendiri bagi masyarakat Makassar yaitu menandakan derajat kebangsawanan mereka.

Orang biasa memiliki timbaksela yang tidak bersusun, sedangkan milik bangsawan biasanya bersusun 3. Beda lagi dengan susunan 5 keatas yang merupakan milik bangsawa yang mengemban jalan pemerintah. 

Ada juga yang dinamakan dengan tukak, yaitu tangga yang digunakan dalam rumah tersebut. Untuk  bangsawan, tukak terdiri dari 3 atau 4 anak induk tangga dengan pegangan (coccorang). Sedangkan warga biasa tukak berjumlah ganjil dan tidak memiliki coccorang.

Didalam rumah Makasar juga terdapat beberapa peraturan dalam interiornya. Seperti adanya loteng dibagian atas rumah (dibawah atap) untuk menyimpan barang atau padi. Dan bagian bawah bangunan dibuatkan siring yang difungsi sebagai gudang.

Berikut ini adalah bagian-bagian dari rumah Balla:

  • Timbaksela, bentuk segitiga di bagian puncak atap, ini merupakan penanda derajat kebangsawanan seseorang.
  • Dego-dego, bagian ini merupakan ruangan kecil semacam teras, yang terletak di bagian terluar rumah.
  • Kala Balla, ini adalah bagian tubuh rumah yang terdiri dari beberapa ruangan, letaknya dari pintu masuk hingga bagian belakang.
  • Paddaserang Dallekang, ruang tamu yang terletak setelah pintu masuk.
  • Paddaserang Tangnga, ruang tengah atau ruang keluarga yang bersifat terbatas, hanya bagi anggota keluarga saja.
  • Paddaserang Riboko, ruang belakang dimana ada kamar yang diperuntukkan bagi anak perempuan yang masih gadis.
  • Balla Pallu, bagian dapur yang terletak di belakang rumah, posisinya lebih rendah dari ruangan lainnya.
  • Pammakkang, terletak di bawah atap, sama dengan loteng.
  • Siring, gudang yang terletak di bagian bawah rumah.

2. Rumah Adat Suku Bugis

Rumah adat ini dalam pembangunannya telah dipengaruhi budaya tradisional dan agama Islam. Hal  ini dikarenakan Islam telah membudaya dan bisa dilihat dari pembangunan rumahnya yang kebanyakan berorientasi ke arah kiblat.

Rumah adat Sulawesi Selatan yang satu ini cukup unik. Pasalnya, bangunan yang dibuat oleh masyarakat Bugis ini tidak menggunakan satupun paku melainkan menggunakan besi atau kayu. Rumah yang dibangun juga biasanya didasarkan status sosial mereka.

Terdapat 2 rumah sebagai penentu status sosial. Yaitu rumah Soraja dan Bola. Rumah Soraja digunakan untuk kalangan bangsawan sedangkan rumah Bola digunakan untuk rakyat biasa. Keduanya memiliki 3 bagian, yaitu:

  • Rakkaeng (Bugis)/pemmakang (Makassar), digunakan untuk menyimpan benda pusaka maupun bahan makanan.
  • Bola atau kalle bala, yaitu ruang-ruang khusus seperti ruang tamu, ruang tidur, maupun dapur
  • Awasao atau passiringan, digunakan untuk menyimpan alat pertanian maupun untuk ternak.

Yang menariknya lagi, keunikan rumah adat ini adalah ornamen yang digunakan dalam rumahnya tidak hanya digunakan sebagai hiasan. Namun juga melambangkan simbol suatu pemilik rumah.

3. Rumah Adat Suku Luwuk

Nama rumah adat Sulawesi Selatan ini dulunya disebut dengan rumah Raja Luwu. Bangunan ini dibangun dengan 88 tiang berbahan utama kayu. Bentuk rumahnya persegi empat dengan ukuran pintu dan jendela yang sama.

Selain itu, rumah adat Luwuk ini memiliki 3-5 bubungan sebagai penanda pemilik rumah tersebut.

Bagian pertamanya merupakan ruangan luas yang digunakan untuk membahas masalah kerajaan dengan rakyat.

Bagian kedua digunakan untuk datuk dan sang raja. Bagian terakhir terdiri atas 2 kamar dengan ukuran kecil.

Yang membedakan rumah ini dengan rumah lainnya adalah ukiran dan pahatan onamennya. Ornamen rumah adat ini disebut dengan bunga prengreng yang melambangkan filosofi hidup menjalar sulur yang artinya hidupnya tidak terputus-putus.

Ornamen ini biasa ditemukan pada induk tanggga, papan jendela, dan anjong (tutup bangunan).

4. Rumah Adat Suku Mandar

Rumah adat suku Mandar memiliki bentuk yang sama dengan rumah adat Bugis dan Makassar. Namun, dapat kita lihat perbedaannya yang terletak pada bagian teras (lego) yang lebih besar.

Rumah milik suku Mandar ini disebut dengan rumah Boyang. Arsitekturnya unik karena terbuat dari material kayu dan ditopang dengan tiang penyangga.

Rumah panggung ini terdiri dari 2 jenis, yaitu Boyang Adaq untuk bangsaan dan Boyang Beasa untuk tempat tinggal rakyat biasa.

Dalam Boyang Adaq, diberikan ornamen tertentu yang melambangkan identitas status  sosial yang menghuni rumah tersebut.

Ornamen ini bisa dilihat dari penutung bumbungan, yang memiliki 3 hingga 7 susun.  Bisa dibilang, semakin banyak tumpukan tersebut, semakin tnggi juga status  derajatnya.

Perbedaan lainnya adalah baggian terasnya yang lebih luas dibandingkan dengan teras rumah adat lainnya. Selain itu, jika kita melihat atapnya, bangunan ini memiliki bentuk atap segitiga dan bertumpuk.

Umumnya, salah satu rumah adat Sulawesi Selatan ini berawarna gelap, namun ada juga yang mempertahankan warna asli kayu seperti coklat muda maupun coklat tua.

5. Rumah Adat Suku Toraja

Rumah adat Sulawesi Selatan suku Toraja dinamakan dengan tongkonan. Tongkonan ini berdiri di atas tumpukan kayu dengan ukiran-ukiran berwarna merah, hitam, dan kuning.

Tongkonan ini melambangkan hubungan dengan leluhur  mereka sehingga rumah ini digunakan sebagai pusat spiritual mereka. Karena itulah, pembanggunan tongkonan harus menghadap ke Utara, karena diyakini Utara merupakan tempat berkumpul para leluhur nantinya.

Tongkonan berbentuk rumah panggung yang terdiri atas tumpukan kayu yang dilapisi oleh ijuk. Bangunannya memiliki 3 bagian, yaitu ulu benua (atap), kalle benua (badan rumah), dan suluk banua (kaki rumah).

Untuk tata ruang sendiri ada ruang Utara (ruang tamu), tengah (ruang keluarga), dan selatan (ambung). Tongkonan dikenal dengan 3 jenis, yaitu:

  • Tongkonan layuk.  Untuk tongkonan layuk fungsinya sebagai tempat kekuasaan tertinggi karena sebagai pusat pemerintahan
  • Tongkonan pekanberan (pekaindoran). Pakaindoran Biasanya dimiliki oleh anggota keluarga yang memiliki kedudukan dalam adat
  • Tongkonan batu. Tongkonan ini digunakan oleh warga biasa masyarakat Toraja

Banyak masyarakat yang juga mengenal tongkonan karena ciri khasnya, yaitu tiga ornamen yang diberi warna merah, kunig, atau hitam.

Ornamen ini juga menunjukkan konsep keaggamaan yang dsebut passura (penyampaian). Setiap guratan pada ukiran kayu mengandung nilai magis bagi pemiliknya.

Kesimpulan

Itulah ragam rumah adat Sulawesi Selatan dan penjelasannya yang masing-masing berbeda antara suku satu dengan lainnya. Perbedaan inilah yang memperkaya ragam dan kebbudayan Sulawesi Selatan dalam rumah adat ini. Semoga artikel ini bermanfaat.

Avatar
Anggita Dewi Saya sangat suka dengan keberagaman budaya dan seni yang ada di Negara Indonesia.

Rumah Betang

Avatar Anggita Dewi
2 min read

Rumah Adat Yogyakarta

Avatar Anggita Dewi
1 min read

Rumah Adat Nias

Avatar Anggita Dewi
1 min read