Daftar Slot Onlinejoker123esports indonesiaSBOBETpoker onlinesbobet88Daftar joker123
Sejarah ASEAN: Organisasi Yang Menyatukan Negara Asia Tenggara
Anggita Dewi Saya sangat suka dengan keberagaman budaya dan seni yang ada di Negara Indonesia.

Sejarah ASEAN

sejarah asean

ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) atau Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara merupakan organisasi kawasan yang mewadahi kerja sama 10 negara di Asia Tenggara.

Namun, tidak semua orang tahu bagaimana proses pembentukan berdirinya ASEAN serta apa tujuan ASEAN didirkan. Nah, karena itu, kali ini Pesona Indonesia akan membagikan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk kalian. Yuk simak dibawah ini.

Sejarah ASEAN

Sejarah organisasi ASEAN

Dengan mengetahui tujuan serta sejarah tentang ASEAN, kalian bisa mengetahui manfaat ASEAN. Karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui hal-hal tersebut. berikut ini merupakan sejarah terbentuknya ASEAN secara urut.

Sejarah Terbentuknya ASEAN

Sejarah berdirinya ASEAN sebenarnya dipicu dari pertentangan dua negara adikuasa di dunia pasca Perang Dunia Kedua yakni Amerika Serikat kontra Uni Soviet.

Keduanya terlibat dalam Perang Dingin sejak 1947 dan berlangsung selama berpuluh-puluh tahun setelah itu.

Kawasan Asia Tenggara dijadikan sebagai area persaingan ideologi dua negara adikuasa dalam -masa Perang Dingin itu. Perang saudara di Vietnam, secara tidak langsung merupakan perang kepentingan antara Blok Timur (Uni Soviet) melawan Blok Barat (Amerika Serikat).

Situasi yang dipenuhi dengan persaingan ideologi serta kekuatan militer ini berpotensi mengganggu stabilitas dan keamanan negara-negara di Asia Tenggara.

Karena itu, diperlukan sebuah lembaga yang diharapkan mampu melindungi dan mengayomi sekaligus mempersatukan negara-negara di kawasan ini.

Sebelum ASEAN, sebenarnya sudah ada beberapa organisasi sejenis yang dibentuk di Asia Tenggara, seperti SEATO (South East Asia Treaty Organization) pada 1954, Association of Southeast Asia (ASA) pada 1961, dan Malaysia-Philipina-Indonesia (Maphilindo) pada 1963.

Namun, ketiga organisasi regional itu ternyata tidak berkembang lantaran banyak perbedaan kepentingan dan ideologi dari anggota-anggotanya.

Negara-negara Asia Tenggara memang punya ragam perbedaan di berbagai sisi, termasuk budaya, agama, latar belakang, ideologi, perekonomian, dan lain sebagainya.

Dari sisi budaya atau latar belakang, Indonesia, Malaysia, Singapura, juga Brunei Darussalam yang berasal dari rumpun Melayu dengan mayoritas penduduk beragama Islam tentu berbeda dengan rumpun Indocina seperti Vietnam, Myanmar, Kamboja, serta Laos, yang warganya lebih banyak menganut ajaran Buddha atau kepercayaan lokal.

Adapun Thailand yang lebih unik lagi karena terdiri dari perpaduan unsur Indocina dan Melayu. Demikian pula dengan Filipina meskipun pada akhirnya negara ini lebih kental dengan aroma latin karena pernah cukup lama dijajah Spanyol dengan mayoritas penduduk beragama Nasrani.

Selain itu, dari sisi ideologi dan politik ada yang menganut sistem demokrasi meskipun masih rapuh seperti Filipina atau Indonesia, ada pula yang masih berbentuk monarki atau kerajaan seperti Thailand dan Brunei Darussalam.

Brunei juga termasuk dalam Negara Persemakmuran Inggris bersama Malaysia dan Singapura, sedangkan Laos dan Vietnam menerapkan pemerintahan komunisme, demikian pula Myanmar (Birma) pernah menjadi penganut republik sosialis.

Seiring dengan tuntutan zaman dan sebagai upaya menghindarkan pengaruh dari dua blok besar yang sedang bertikai di Perang Dingin, maka beberapa pemimpin negara di Asia Tenggara sepakat untuk memadukan perbedaan dengan membentuk perhimpunan yang diharapkan lebih solid dari upaya-upaya sebelumnya.

Duta negara-negara itu berkumpul di Bangkok, Thailand. Mereka menandatangani Deklarasi Bangkok sebagai titik mula berdirinya ASEAN yang mengusung misi: One Vision, One Identity, One Community, atau “Satu Visi, Satu identitas, dan Satu Komunitas.”

Hal inilah yang menjadi latar belakan sejarah pembentukan ASEAN pada tanggal 8 Agustus 1967 lewat deklarasi Bangkok oleh beberapa negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Tahiland.

Tujuan ASEAN

Tujuan dibentuknya ASEAN seperti yang tercantum dalam Deklarasi Bangkok adalah untuk:

  • Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial serta pengembangan kebudayaan di kawasan ini melalui usaha bersama dalam semangat kesamaan dan persahabatan untuk memperkokoh landasan sebuah masyarakat bangsa-bangsa Asia Tenggara yang sejahtera dan damai.
  • Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional dengan jalan menghormati keadilan dan tertib hukum di dalam hubungan antara negaranegara di kawasan ini serta mematuhi prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa
  • Meningkatkan kerjasama yang aktif dan saling membantu dalam masalahmasalah yang menjadi kepentingan bersama di bidang-bidang ekonomi, sosial, teknik, ilmu pengetahuan dan administrasi
  • Saling memberikan bantuan dalam bentuk saran-sarana pelatihan dan penelitian dalam bidang pendidikan, profesi, teknik, dan admistrasi
  • Bekerjasama secara lebih efektif guna meningkatkan pemanfaatan pertanian dan industri mereka, memperluas perdagangan dan pengkajian masalah-masalah komoditi internsional, memperbaiki sarana-sarana pengangkutan dan komunikasi, serta meningkatkan taraf hidup rakyat mereka
  • Memajukan pengkajian mengenai Asia Tenggara
  • Memelihara kerjasama yang erat dan berguna dengan berbagai onrganisasi internasional dan regional yang mempunyai tujuan yang serupa, dan untuk menjajagi segala kemungkinan untuk saling bekerjasama secara erat di antara mereka sendiri.

Sejarah Negara ASEAN

Sejarah Negara ASEAN
  • Indonesia (negara pendiri)
  • Malaysia (negara pendiri)
  • Filipina (negara pendiri)
  • Singapura (negara pendiri)
  • Thailand (negara pendiri)
  • Brunei Darussalam (7 Januari 1984)
  • Vietnam (28 Juli 1995)
  • Laos (23 Juli 1997)
  • Myanmar (23 Juli 1997)
  • Kamboja (16 Desember 1998)

1. Negara Pendiri ASEAN

ASEAN didirikan oleh lima negara, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand melalui Deklarasi Bangkok di Bangkok.

Para pemimpin negara ketika Deklarasi Bangkok saat itu ialah Adam Malik (Indonesia), Tun Abdul Razak (Malaysia), Narciso Ramos (Filipina), S. Rajaratnam (Singapura), dan Thanat Khoman (Thailand).

2. Negara Anggota ASEAN

Pada tahun 1984, Brunei Darussalam jadi anggota pertama ASEAN di luar kelima negara tersebut. Sebelas tahun kemudian (1995), ASEAN kembali menerima anggota baru, yakni Vietnam.

Disusul pada tahun 1997 oleh Laos dan Myanmar. Dan akhirnya, pada tahun 1998, Kamboja pun ikut bergabung jadi negara anggota.

Sejarah ASEAN Games

Pesta Olahraga Asia (bahasa Inggris: Asian Games) adalah ajang olahraga yang diselenggarakan setiap empat tahun sekali, dengan atlet-atlet dari seluruh Asia dan diselenggarakan oleh Dewan Olimpiade Asia.

Setelah Perang Dunia II, sejumlah negara di Asia menerima kemerdekaannya. Negara-negara baru tersebut meninginkan sebuah kompetisi yang baru di mana kekuasaan Asia tidak ditunjukkan dengan kekerasan dan kekuatan Asian diperkuat oleh saling pengertian.

Pada Agustus 1948, pada saat Olimpiade di London, perwakilan India, Guru Dutt Sondhi mengusulkan kepada para pemimpin kontingen dari negara-negara Asia untuk mengadakan Asian Games.

Seluruh perwakilan tersebut menyetujui pembentukan Federasi Atletik Asia. Panitia persiapan dibentuk untuk membuat rancangan piagam untuk federasi atletik amatir Asia.

Pada Februari 1949, federasi atletik Asia terbentuk dan menggunakan nama Federasi Asian Games (Asian Games Federation). Dan menyepakati untuk mengadakan Asian Games pertama pada 1951 di New Delhi, ibu kota India.

Mereka sepakat bahwa Asian Games akan diselenggarakan setiap empat tahun sekali. Pada 1962, Federasi mengalami perselisihan atas diikutsertakannya Taiwan dan Israel.

Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games menentang keikutsertaan Taiwan dan Israel. Pada tahun 1970, Korea Selatan membatalkan rencananya untuk menjadi tuan rumah Asian Games karena ancaman keamanan dari Korea Utara.

Setelah itu, penyelenggaraan Asian Games dipindahkan ke Bangkok dengan pendanaan dari Korea Selatan.

Pada tahun 1973, Federasi mengalami perselisihan kembali setelah Amerika Serikat dan negara-negara lainnya mengakui keberadaan Republik Rakyat Tiongkok dan negara-negara Arab menentang keterlibatan Israel.

Pada tahun 1977, Pakistan membatalkan rencananya sebagai tuan rumah Asian Games karena konflik yang terjadi antara Bangladesh dan Pakistan. Thailand menawarkan bantuan dan Asian Games diadakan di Bangkok.

Setelah beberapa penyelenggaraan Asian Games, Komite Olimpiade negara-negara Asia memutuskan untuk merevisi konstitusi Federasi Asian Games.

Sebuah asosiasi baru, yang bernama Dewan Olimpiade Asia (Olympic Council of Asia/OCA) dibentuk. India sudah ditetapkan sebagai tuan rumah pada tahun 1982 dan OCA memutuskan untuk tidak mengubah jadwal yang sudah ada.

OCA resmi mengawasi penyelenggaraan Asian Games mulai dari tahun 1986 pada Asian Games di Korea Selatan.

Pada tahun 1994, berbeda dengan negara-negara lainnya, OCA mengakui negara-negara pecahan Uni Soviet, Kazakhstan, Kirgistan, Uzbekistan, Turkmenistan, dan Tajikistan.

Itulah sejarah ASEAN lengkap yang dapat kalian pelajari. Dengan mengetahui sejarah ini, kita dapat mengetahui apa saja yang akan dilakukan oleh ASEAN kedepannya nanti.

Semoga artikel ini berguna untuk memperluas wawasan serta ilmu pengetahuan kalian. Terutama pada bidang sejarah ASEAN.

Avatar
Anggita Dewi Saya sangat suka dengan keberagaman budaya dan seni yang ada di Negara Indonesia.

Kerajaan Majapahit

Avatar Anggita Dewi
4 min read

Kesenian Betawi

Avatar Anggita Dewi
2 min read