Daftar Slot Onlinejoker123esports indonesiaSBOBETpoker onlinesbobet88
Sejarah Kelam Papua Barat

Sejarah Kelam Papua Barat

Sejarah Kelam Papua Barat

Sejarah Kelam Papua Barat

Sejarah Kelam Papua Barat

Hingga hari ini Indonesia masih harus berhadapan dengan masalah yang terjadi di Manokwari Papua Barat . Bermula sejak keputusan Konferensi Meja Bundar (KMB) pada 24 Desember 1949 hingga kemudian Papua Barat meraih kemerdekaan dari Belanda dan bergabung dengan NKRI.

Mulanya masa pemberontak melakukan pemblokiran di sekitar jalan di Manokwari. Massa mulai bergerak sekira pukul 08.00 WIT. Aksi pembakaran dan pemblokiran membuat akses lalu lintas jalan utama ibu kota Provinsi Papua Barat ini lumpuh.

Aksi Teroris dari KMB

Aksi pembakaran Gedung DPRD ini, oleh Mikael Kudiai, disebut sebagai “bentuk kekecewaan, penyesalan, dan lain-lain terhadap negara.” Hal ini melebar ke aksi pengepuangan asrama biasa mahasiswa tinggal di Surabaya. Hal yang terjadi tidak hanya penyerangan kepada Mahasiwa Papua yang tinggal disana, tetapi juga ada juga pembakaran bendera merah putih.

Pengepungan itu melebar ke isu politik yang memanaskan emosi dari masyarakat yang ada di Manokwari Papua Barat. Aparat kepolisian dari Mapolresta Surabaya juga menangkap 42 penghuni asrama meskipun tidak ada satu pun mahasiswa yang ditetapkan sebagai tersangka.

Bom Waktu KMB

Sejak lama, masalah Papua menjadi isu sensitif bagi Indonesia. Konferensi Meja Bundar (KMB) pada 27 Desember 1949 menghasilkan penyerahan kedaulatan dari Belanda kepada Indonesia. Walau sepertinya hasilnya sudah didapat Pemerintah Indonesia ternyata tidak seperti ekspetasi yang diharapkan.

Namun, KMB juga menyisakan masalah belum tuntas, yakni mengenai status Papua atau Irian Barat. Persoalan ini seolah menjadi bom waktu bagi Indonesia -juga rakyat Papua sendiri- di kemudian hari. Karena dengan hal yang belum sah atau baku ini, warga Papua Barat masih berharap merdeka dengan lepas dari Republik Indonesia atau lepas dari NKRI

Perseteruan Belanda dan Indonesia

Perseteruan Papua Barat masih berlansung antara Pemerintah Belanda dengan Pemerintah Indonesia atau NKRI. Bagi Belanda, Papua bagian barat, atau yang mereka sebut Netherlands New Guinea, bukanlah bagian dari kesatuan wilayah yang harus dikembalikan kepada Indonesia.

Salah satu alasan Belanda adalah karena orang-orang asli Papua memiliki perbedaan etnis dan ras dengan masyarakat Indonesia pada umumnya. Maka dari itu, mereka ingin menjadikan Papua bagian barat sebagai negara tersendiri di bawah naungan Kerajaan Belanda. Walau begitu masih banyak warga di Papua Barat sudah merasa menjadi bagian dari Indonesia, serta memberikan aksi Balasan kepada pemberontak KMB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *