Daftar Slot Onlinejoker123esports indonesiaSBOBETpoker onlinesbobet88
Sejarah Pramuka di Indonesia dan Dunia Lengkap Dengan Penjelasan
Anggita Dewi Saya sangat suka dengan keberagaman budaya dan seni yang ada di Negara Indonesia.

Sejarah Pramuka

informasi lengkap tentang sejarah pramuka

Kata Pramuka merupakan singkatan dari “Praja Muda Karana” yang memiliki arti orang Muda yang suka berkaya. Pramuka didirikan oleh seseorang dari negara Inggris.

Praja Muda Karana ini sebenarnya merupakan suatu organisasi yang berkembang secara internasional. Meski demikian, hal ini bukanlah merupakan rencana khusus yang telah disusun. Melainkan manfaat Pramuka itu sendiri.

Kali ini, Pesona Indonesia akan menjelaskan tentang sejarah Pramuka lengkap dengan pengertiannya. Langsung saja yuk simak artikel sejarah pramuka dibawah ini.

Pengertian Pramuka

Pramuka merupakan sebuah organisasi atau gerakan kepanduan yang menjadi wadah proses pendidikan kepramukaan yang dilaksanakan di Indonesia. Dalam dunia Internasional, Pramuka disebut dengan istilah Kepanduan (Boy Scout).

Menurut sejarah berdirinya Pramuka, organisasi ini merupakan buatan seorang laki-laki Inggris bernama Lord Robert Baden Powell of Gillwell. Ialah yang mendirikan sejarah gerakan Pramuka di dunia.

Pramuka sendiri merupakan sebutan bagi para anggota gerakan pramuka yang meliputi pramuka siaga, penggalang, penega, dan pandega.

Sedangkan kelompok anggota Pramuka lainnya yaitu pembina Pramuka, andalana, pelatih, pamong saka, staf kwartir dan majelis pembimbing.

Untuk mejadi seorang pramuka pun harus dilantik menjadi anggota dengan mengucapkan janji (satya) pramuka terlebih dahulu.

Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa kepramukaan merupakan sebuah sistem pendidikan dan Gerakan Pramuka merupakan organisasi yang melaksanakan sistem tersebut (kepramukaan). Sedangkan Pramuka mengandung pengertian sebagai anggota dari Gerakan Pramuka.

Tujuan Gerakan Pramuka

Dengan tujuan untuk membina kaum muda dalam mencapai potensi spiritual, sosial, intelektuan dan fisik. Gerakan Pramuka terwujud dalam :

  • Membentuk kepribadian dan akhlak mulia kaum muda
  • Menanamkan semangan kebangsaan, cinta tanah air dan bela negara bagi kaum muda
  • Meningkatkan keterampilan kaum muda, agar siap menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat, patriot serta pejuang yang tangguh.
  • Menjadi calon pemimpin bangsa yang handal di masa depan

Sejarah Pramuka di Dunia

Sejarah tentang Pramuka di Indonesia atau di dunia tidak akan pernah lepas dari Baden Powell selaku bapak Pandu sedunia, pendiri gerakan Pramuka.

Awalnya, pria ini sedang melaksanakan kemah pertamanya bersama 22 anak laki-laki pada tanggal 25 Juli 1907 di Brownsea, Inggris.

Perkemahan tersebut dilakukan selama 8 hari dan segala sesuatu yang tejadi saat itu menjadi dampak yang besar bagi sejarah Pramuka di dunia.

Sejak kecil, ia memang dikenal sebagai anak yang cerdas, lucu, dan gembira. Sehingga ia selalu disukai banyak orang. Bahkan, ia juga pintar dalam memainkan beberapa alat musik seperti biola dan piano.

Saat dewasa, Baden Powell bergabung dengan Militer Inggris yang memberikan pengalaman sebagai seorang tentara. Sikap militer yang ada pada dirinya adalah tegas, disiplin, dan terampil. Sikap inilah yang dijadikan sebagai ciri khas gerakan Pramuka.

Semua pengalaman yang dialaminya lalu ditulis dalam buku Scouting for Boys tahun 1908 yang menjadi asal-usul munculnya sejarah Pramuka di dunia.

Tidak hanya di Inggris, buku ini juga laris di berbagai negara lain. sehingga organisasi-organisasi Pramuka bermunculan. Awalnya Pramuka ini hanya diperuntukkan untuk anak laki-laki saja.

Namun, pada tahun 1912, ada seorang wanita bernama Agnes yang merupakan adik perempuan Baden Powell yang ikut mendirikan organisasi Pramuka untuk wanita dengan nama Girl Guides.

Pada tahun 1916, didirikan organisasi Pramuka untuk usia siaga. Organisasi tersebut dinamai CUB (anak serigala).

Kemudian tahun 1918, didirikannya Rover Scout yang merupakan kelompok untuk remaja berusia 17 tahun.

Pada tahun 1922, Baden Powell kembali mengeluarkan buku berjudul Rouvering to Success (Mengembara Menuju Bahagia). Dimana buku tersebut bercerita tentang seorang pemuda yang sesegera mungkin mengayuh perahu sampannya menuju pantai bahagia.

Tanggal 30 Juli – 8 Agustus 1920 di Olympis Hall, London, 800 orang partisipan Pramuka melakukan jambore dunia untuk pertama kalinya. Jambore ini diikuti oleh 34 negara. Dan dalam acara tersebut, Baden Powell dinobatkan sebagai Bapak Pandu Sedunia (Chief Scout of The World).

Di tahun yang sama dibentuk pula Dewan Internasional organisasi Pramuka yang beranggotakan 9 orang. Dimana Kota London merupakan kantor kesekrariatan Pramuka sedunia. Yang kemudian dipindahkan ke Ottawa, Kanada tahun 1958 dan berpindah lagi ke Geneva, Swiss tahun 1968.

Sejarah Pramuka di Indonesia

Sejarah Pramuka Indonesia dimulai dengan pasang surut aktivitas organisasi. Dimana pada saat itu Indonesia masih berada dalam masa penjajahan.

Indonesia lalu dikenal dengan tiga masa Pramuka, yaitu:

1. Sejarah Gerakan Pramuka pada Masa Penjajahan Belanda

Gerakan kepramukaan pertama kali dibawa oleh Belanda ke Indonesia pada masa kolonial. Didirikan oleh Belanda dengan nama Nederland Indische Padvinders Vereeniging atau NIPV. Daam bahasa Indonesia dikenal dengan nama Persatuan Pandu-pandu Hindia Belanda.

Beberapa tokoh menganggap bahwa organisasi ini dapat membentuk karakter masyarakat yang sedang dijajah. Sehingga beberapa organisasi lain juga ikut mendirikannya.

Kemudian setelah kejadian Sumpah Pemuda, kesadaran masyarakat Indonesia semakin meningkat. Hingga beberapa organisasi kepanduan bergabung.

Pada 1930, dibentuklah Pandu Pemuda Sumatera (PPS). Dan tahun 1931 terbentuk Persatuan Antar Pandu Indonesia.

Lalu pada 1936, persatuan ini merubah namanya menjadi Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI). Organisasi ini melakukan kegiatan PERKINO (Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem). Perkemahan inilah yang menjadi awal mula pelaksanaan kegiatan Jambore.

2. Sejarah Pramuka pada Masa Penjajahan Jepang

Pada masa penjajahan Jepang, gerakan Pramuka terus bertahan. Namun, ketika masa perang dunia ke-2, tentara Jepang juga melakukan penyerangan kepada Belanda.

Oleh karena itu, banyak tokoh kepanduan Indonesia yang ditarik masuk ke Keibondan, PETA, dan Seinendan yang merupakan organisasi Jepang untuk mendukung tentara Jepang.

Bahkan, Jepang juga melarang pendirian partai dan organisasi rakyat Indonesia. Ta hanya itu, Jepang juga menganggap gerakan kepanduan merupakan organisasi berbahaya karena dapat meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia.

Meski begitu, hal tersebut tidak menyurutkan semangat kepanduan Indonesia dalam menjalani PREKINO II dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dalam mengusir tentara Jepang.

3. Sejarah Pramuka Zaman Kemerdekaan

Tidak lama setelah Indonesia merdeka, atau lebi tepatnya pada tanggal 28 Desember 1945, didirikan Organisasi Pandu Rakyat Indonesa di Kota Solo. Organisasi ini ditetapkan sebagai wadah kepanduan dimana angoota kepanduan Indonesia bisa bernaung.

Pada 1961, terdapat sekitar 100 organisasi kepanduan di Indonesia yang terbagi menjadi 3 federasi organisasi. Yaitu Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia, Ikatan Pandu Indonesia dan Persatuan Putera Puteri Indonesia.

Kemudian pada 14 Agustus 1961, gerakan Pramuka diperkenalkan dengan resmi di Indonesia. Karena itu, hari Pramuka diperingati setiap tanggal 14 Agustus.

Fungsi Gerakan Pramuka di Indonesia

Kepramukaan memiliki beberapa fungsi, yaitu:

  • Kegiatan menarik bagi anak / pemuda
  • Pengabdian bagi orang dewasa
  • Alat bagi masyarakat dan organisasi

Tingkatan Dalam Gerakan Pramuka

Tingkatan dalam Pramuka merupakan sebuah tingkatan yang ditentukan oleh kemampuan anggotanya. Kemampuan itu disebut dengan syarat-syarat kecakapan umum atau SKU.

  • Untuk Pramuka Siaga memiliki 3 Tingkatan, yaitu Siaga Mula, Siaga Bantu, dan Siaga Tata.
  • Sedangkat untuk Pramuka Penggalang, ada Penggalang Ramu, Penggalang Rakit dan Penggalang Terap
  • Pramuka Penegak memiliki 2 tingkatan, yaitu Penegak Bantara dan Penegak Laksana.

Ada juga sebuah tingkatan khusus yang disebut dengan Pramuka Garuda, yaitu tingkatan tertinggi dalam setiap kelompok umur dalam kepramukaan.

Kelompok umur adalah sebuah tingkatan dalam kepramukaan yang ditentukan oleh umur anggotanya. Kelompok ini dibagi menjadi:

  • Kelompok umur 7-10 tahun disebut dengan Pramuka Siaga
  • Kelompok umur 11-15 tahun disebut dengan Pramuka Penggalang
  • Kelompok umur 16-20 tahun disebut dengan Pramuka Penegak
  • Kelompok umur 21 – 25 tahun disebut dengan Pramuka Pandega

Selain itu, Ada Kelompok Khusus atau kelompok yang ditujukan untuk orang yang memiliki kedudukan dalam kepramukaan. Seperti:

  • Pramuka Pembina, adalah sebutan untuk orang dewasa yang memimpin Pramuka.
  • Pramuka Andalan, adalah anggota Pramuka yang mengambil bagian dalam keanggotaan Kwartir dalam Pramuka.
  • Pelatih
  • Pamong Saka
  • Staff Kwartir
  • Majelis Pembimbing.

Sifat Gerakan Pramuka

Berdasarkan resolusi Konferensi Kepanduan Sedunia tahun 1924 di Kopenhagen, Denmark, Pramuka mempunyai tiga sifat atau ciri khas, yaitu :

  • Nasional

Suatu organisasi yang menyelenggarakan kepanduan di suatu negara haruslah menyesuaikan pendidikannya itu dengan keadaan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.

  • Internasional

Organisasi kepanduan di negara manapun di dunia ini harus membina dan mengembangkan rasa persaudaraan dan persahabatan antara sesama Pandu dan sesama manusia, tanpa membedakan kepercayaan/agama, golongan, tingkat, suku dan bangsa.

  • Universal

Kepanduan dapat dipergunakan di mana saja untuk mendidik anak-anak dari bangsa apa saja, yang dalam pelaksanaan pendidikannya selalu menggunakan Prinsip Dasar dan Metode Kepanduan.

Metode Pramuka

Metode Kepramukaan merupakan cara belajar progresif melalui :

  • Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka
  • Belajar sambil melakukan
  • Sistem berkelompok
  • Kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani pesertadidik
  • Kegiatan di alam terbuka
  • Sistem tanda kecakapan
  • Sistem satuan terpisah untuk putera dan untuk puteri
  • Sistem among

Metode kepramukaan digunakan sebagai suatu sistem yang terdiri atas unsur-unsur yang merupakan subsistem terpadu dan terkait. Tiap unsurnya memiliki fungsi pendidikan yang spesifik dan saling memperkuat serta menunjang tercapainya tujuan.

Kode Kehormatan Pramuka

1. Satya

Satya merupakan Janji yang diucapkan secara sukarela oleh seorang calon anggota Gerakan Pramuka setelah memenuhi persyaratan keanggotaan.

Satya juga bisa dibilang sebagai Tindakan pribadi untuk mengikat diri secara sukarela menerapkan dan mengamalkan janji;

Kode ini juga digunakan sebagai titik tolak memasuki proses pendidikan sendiri guna mengembangkan visi, intelektualitas, emosi, sosial dan spiritual, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat lingkungannya.

Satya dibagi menjadi dua, sesuai dengan kelompok umur peserta didik, yaitu Dwisatya dan Trisatya

  • Dwisatya

Adalah satya yang digunakan khusus untuk Pramuka Siaga. Berbunyi sebagai berikut :

“Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:

  1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengikuti tatakrama keluarga.
  2. Setiap hari berbuat kebajikan. “
  • Trisatya

Trisatya merupakan janji dan tiga kode moral yang digunakan dalam Gerakan Pramuka. Disebut trisatya karena mengandung tiga butir utama yang menjadi panutan setiap Pramuka.

Setiap kali Pramuka akan dilantik menuju tingkatan yang lebih tinggi atau dilantik untuk acara lainnya, diwajibkan melaksanakan upacara ucap ulang janji yang berupa pembacaan trisatya di depan sang saka merah putih.

Kode Moral Trisatya digunakan oleh pramuka golongan penggalang, penegak dan pandega.

Trisatya dibagi dua, yaitu:

  • Trisatya untuk Penggalang

Berbunyi:

“Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:

  1. menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila.
    1. menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat
    1. menepati Dasadharma.”
  • Trisatya untuk Penegak, Pandega, dan anggota dewasa

Berbunyi:

“Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:

  1. menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila.
  2. menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat
  3. menepati Dasadarma.

2. Dharma

Dharma adalah alat proses pendidikan sendiri yang progresif untuk mengembangkan budi pekerti luhur. Upaya memberi pengalaman praktis yang mendorong pesertadidik menemukan, menghayati, mematuhi sistem nilai yang dimiliki masyarakat dimana ia hidup dan menjadi anggota.

Dharma juga merupakan landasan gerak Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan melalui kepramukaan yang kegiatannya mendorong Pramuka manunggal dengan masyarakat, bersikap demokratis, saling menghormati, memiliki rasa kebersamaan dan gotong royong.

Selain itu, dharma juga digunakan sebagai Kode Etik Organisasi dan satuan Pramuka, dengan landasan Ketentuan Moral disusun dan ditetapkan bersama aturan yang mengatur hak dan kewajiban anggota, pembagian tanggungjawab dan penentuan putusan.

Dharma dibagi menjadi dua, sesuai dengan kelompok umur peserta didik, yaitu Dwidharma dan Dasadharma”

  • Dwidharma

Berbunyi:

“Dwidharma Pramuka Siaga

  1. Siaga berbakti kepada ayah bundanya.
  2. Siaga berani dan tidak putus asa.”
  • Dasadharma

Berbunyi:

“Pramuka itu:

  1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
  3. Patriot yang sopan dan kesatria.
  4. Patuh dan suka bermusyawarah.
  5. Rela menolong dan tabah.
  6. Rajin, terampil, dan gembira.
  7. Hemat, cermat, dan bersahaja.
  8. Disiplin, berani, dan setia.
  9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
  10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.”

Tanda Kehormatan Pramuka

1. Tanda Jabatan

Menunjukkan jabatan dan tanggung jawab seorang anggota Gerakan Pramuka dalam lingkungan organisasi Gerakan Pramuka.

2. Tanda Kecakapan

Menunjukkan kecakapan, ketrampilan, ketangkasan, kemampuan, sikap, tingkat usaha seorang Pramuka dalam bidang tertentu, sesuai golongan usianya.

3. Tanda Kehormatan

Menunjukkan jasa atau penghargaan yang diberikan kepada seseorang atas jasa, darma baktinya dan lain-lain yang cukup bermutu dan bermanfaat bagi Gerakan Pramuka, kepramukaan, masyarakat, bangsa, negara dan umat manusia.

Itulah informasi lengkap mengenai sejarah Pramuka. Dengan sejarah tersebut, kita sebagai bagian dari Indonesia diharapkan dapat lebih menghargai organisasi kepanduan di mana saja. Karena organisasi tersebut dapat membentu karakter setiap orang dan juga memberikan pengalaman lebih.

Semoga dengan adanya artikel ini, pengetahuan kalian menjadi semakin luas terutama dalam hal pramuka dan kepramukaan.

Avatar
Anggita Dewi Saya sangat suka dengan keberagaman budaya dan seni yang ada di Negara Indonesia.