Daftar Slot Onlinejoker123esports indonesiaSBOBETpoker onlinesbobet88Daftar joker123
Nadiem Merencanakan Sekolah Offline, Ini Kata Irma
Anggita Dewi Saya sangat suka dengan keberagaman budaya dan seni yang ada di Negara Indonesia.

Sekolah Direncanakan Offline Kembali, Nadiem Diingatkan Kasus Covid Indonesia Tertinggi di Asia

sekolah offline

Berita tentang kembalinya sekolah offline ternyata sampai ke telinga seorang pendiri lapor Covid-19 bernama Irma Hutabarat.

Ia berkata keputusan Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Indonesia tak bisa diterima dan tidak masuk akal.

Pasalnya, Nadiem membandingkan negara Indonesia dengan negara lain yang ada di Asia yang telah mulai membuka sekolah offline.

Kebijakan ini menurutnya tidak bisa di samakan dengan negara lain yang notabenenya memiliki jumlah kasus Covid-19 lebih kecil. Terlebih lagi, mitigasi penanggulangan virus dari negara tersebut memang terbukti jauh lebih baik.

Sekolah Offline? Nadiem Yakin?

sekolah offline

Menurut Irma, seharusnya Nadiem ditanya bagaimana tingkat penularan dari nagara lain, mengingat Indonesia telah menempati posisi pertama di Asia Tenggara dalam hal kasus.

Pernyataannya juga sesuai dengan catatan CSIS dimana telah tercatat bahwa negara Indonesia memiliki peringkat pertama dalam hal kasus.

Bahkan, hingga kini Satuan Tugas Penanganan Covid-19 juga menyatakan bahwa Indonesia telah tercatat memiliki kasus hingga mencapai 1.517.854 kasus dan korban yang meninggal telah mencapai 41.054 orang. Hal ini merupakan urutan tertinggi atas kasus meninggal karena kasus Covid-19.

Jika dibandingkan dengan negara yang ada di Asia Pasifik, Indonesia sebenarnya memiliki jumlah kasus terbanyak di bawah India berdasarkan pada Statista.

Wajar saja jika negara lain mulai membuka sekolah. Karena, mereka memang memiliki mitigasi yang lebih baik serta laju kasus yang lebih kecil.

Tapi, menurut Irma, bukan berarti Indonesia bisa mengekor begitu saja. Apalagi mengingat keadaannya sekarang.

“Ini logikanya enggak masuk akal. Public health surveillance lemah, sekolah mau dibuka. Lalu dibandingkan dengan negara-negara lain yang memiliki public health surveillance sangat kuat,” tuturnya.

Ia bahkan berkata bahwa kebijakan tersebut sebenarnya terlalu tergesa-gesa diputuskan. Karena ia juga menilai sebelum membuka sekolah harusnya pemerintah memastikan terlebih dulu jika pengendalian kasus dan mitigasi penanggulangan sudah membaik.

Lalu, bagaimana sekolah bisa menjamin para penduduk di sekolahnya datang dari lingkungan yang minim penularan dan bagaimana cara memastikan bahwa mereka melaksanakan protokol kesehatan dengan taat di luar lingkungan sekolah.

Ia juga pernah diundang oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang membahas mengenai pembukaan sekolah. Sementara kasus yang ada di DKI Jakarta belum terkendali.

Untuk positivity rate di dalam satu minggu bisa mencapai 11,1%. WHO juga mengatakan bahwa pandemi ini baru bisa ternilai terkendali jika tingkat positivity rate-nya ada di bawah 5%.

Kondisi Indonesia yang masih seperti ini seharusnya menjadi pertimbangan. Langkah awal yang seharusnya dilakukan oleh pihak pemerintah adalah mengendalikan kasus sambil menjalankan vaksinasi.

“Daerah di mana guru, murid, semua staf sekolah tinggal itu harus dipastikan terkendali dulu. Setidaknya itu,” tambah Irma.

Menurut kalian, apakah wajar jika sekolah kembali buka? Semoga Indonesia cepat diberi kepulihan ya!

Avatar
Anggita Dewi Saya sangat suka dengan keberagaman budaya dan seni yang ada di Negara Indonesia.