Daftar Slot Onlinejoker123esports indonesiaSBOBETpoker online
Seni Rupa: Pengertian, Jenis, Unsur dan Fungsinya
Anggita Dewi Saya sangat suka dengan keberagaman budaya dan seni yang ada di Negara Indonesia.

Seni Rupa

artikel tentang seni rupa

Seni rupa merupakan salah satu dari sekian banyak keragaman yang dimiliki oleh Indonesia. Budaya setiap daerah di nusantara memiliki nilai karya yang tinggi.

Seni rupa juga menjadi salah satu cabang seni yang membentuk sebuah karya seni menggunakan media nyata. Media yang dimaksud merupakan sesuatu yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan.

Dibawah ini Pesona Indonesia telah merangkumkan informasi tentang seni rupa untuk kalian. Yuk simak ulasannya.

Pengertian Seni Rupa

1. Pengertian Umum

Secara umum, seni rupa merupakan sebuah cabang seni yang tujuan utamanya adalah untuk menghasilkan sebuah karya seni yang indah dan berkualitas sehingga karya seni yang dihasilkan tersebut dapat dirasakan oleh anggota indra pada tubuh manusia khususnya indra pendengan dan penglihatan.

Sebenarnya Kata seni sendiri merupakan suatu induk yang memiliki beberapa bagian didalamnya yang salah satu bagiannya adalah seni rupa.

2. Menurut Haukin

Menurut Haukin, seni rupa adalah bagian dari ekspresi jiwa manusia yang diimajinasikan dan diterapkan kedalam sebuah benda.

3. Menurut Kumala Devi Chattopadhayaya

Menurutnya, seni ini merupakan luapan ekspresi yang disampaikan dari seorang seniman kepada para penikmatnya. Dalam kata lain, seni ini adalah suatu jembatan untuk membuat orang lain paham dengan apa yang dirasakan oleh seniman.

4. Menurut La Mery

Menurutnya seni rupa adalah penglihatan yang dilakukan secara simbolis dengan bentuk yang lebih tinggi dan juga lebih indah. La Mery menegaskan jika seni ini adalah sesuatu yang menekankan pada keindahan.

5. Menurut Coorig Hartong

Menurut dirinya, seni ini adalah sebuah cara untuk mengekspresikan diri dan emosi, sehingga orang lain bisa ikut menikmatinya. Cooring Hartong menaggap jika seni rupa adalah suatu pesan keindahan yang harus disampaikan kepada penikmatnya.

6. Menurut Sussane K Langer (Filsuf sal Amerika)

Menurut Sussane K Langer pengertian seni rupa adalah bentuk hasil karya manusia yang memiliki keindahan dan bisa dinikmati oleh orang lain. Sussane memberikan gambaran jika seni ini adalah proses penciptaan keindahan yang tujuannya untuk dinikmati.

7. Menurut Drs. Rizki Akhmad

Menurutnya, seni berasal dari kata “SANI” yang memiliki arti jiwa luhur atau ketulusan jiwa.

8. Menurut William A. Haviland

Kesenian merupakan suatu keseluruhan sistem yang melibatkan suatu imajinasi yang menuntut seseorang untuk berpikir kreatif dalam suatu kelompok.

Jenis Seni Rupa

Seni rupa dibagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan aliran seni rupa, yaitu berdasarkan fungsinya, berdasarkan wujudnya, dan berdasarkan masanya.

1. Berdasarkan Fungsinya

  • Seni Rupa Murni

Adalah jenis seni yang hanya mengutamakan keindahan bukan mengutamakan fungsinya.

Dalam hal ini karya seni hanya berfungsi sebagai benda yang untuk dinikmati keindahannya. Selain hanya keindahan, hal lain hanya menjadi faktor pelengkap saja.

Contoh: lukisan

  • Seni Rupa Terapan

Seni rupa terapan adalah seni yang lebih mengutamakan nilai gunanya daripada nilai keindahannya.

Meskipun seni ini memiliki nilai keindahan, namun yang lebih ditonjolkan adalah nilai gunanya.

Contoh: Pakaian

2. Berdasarkan Wujudnya

  • Seni Rupa 2 Dimensi

Seni rupa dua dimensi merupakan jenis seni yang hanya memiliki panjang dan lebar. Ini artinya seni rupa 2 dimensi hanya berupa sesuatu yang bisa dilihat dan diraba.

Contoh: lukisan, foto, gambar

  • Seni Rupa 3 Dimensi

Adalah seni yang tidak hanya memiliki panjang dan lebar namun juga memiliki tinggi. Seni ini adalah seni rupa yang memiliki ruang.

Contoh: patung

3. Berdasarkan Masanya

  • Seni Rupa Tradisional

Sifat yang dimiliki seni ini adalah statis, dimana pola dan bentuknya selalu sama dari dulu hingga sekarang.

  • Seni Rupa Modern

Seni ini bersifat individualis, dimana sebuah karya seni diberi sentuhan berbagai  kreativitas.

  • Seni Rupa Kontemporer

Seni ini merupakan sebuah karya seni yang tercipta pada waktu tertentu dan memiliki sifat yang mengikuti perkembangan zaman.

Unsur-unsur Seni Rupa

Seni rupa memiliki unsur-unsur yang disatukan menjadi sebuah karya seni yang indah. Yaitu:

1. Titik

Titik adalah unsur paling kecil dalam pembuatan seni rupa. Unsur ini adalah awal mula dari pembuatan karya seni rupa.

2. Garis

Garis merupakan sebuah penggabungan dari titik satu ke titik yang lain. Setiap garis yang dituangkan akan membentuk watak dan ciri khas yang dapat menggambarkan karya seni tersebut. Garis juga dapat menggambarkan sifat, entah itu kaku, lentur ataupun keras.

3. Bidang

Bidang adalah pengembangan dari kumpulan garis–garis yang sudah dituangkan disebuah media. Garis–garis tersebut jika digabungkan akan menjadi bidang yang mempunyai keindahan tersendiri.

4. Bentuk

Unsur seni rupa satu ini dapat memberikan kesan pada sebuah karya seni sehingga sebuah karya seni dapat menjadi lebih hidup.

5. Ruang

Unsur ini memiliki dua sifat yaitu sifat semu dan sifat nyata. Sifat semu hanya dapat dinikmati dengan cara dilihat saja, sedangkan sifat nyata dapat dilihat dan diraba. Kedua sifat ini sangat berbeda tergantung dari dimensinya, dimensi 2 atau dimensi 3.

6. Warna

Unsur warna sangat penting dalam membuat karya seni, terutama seni rupa. Perpaduan warna akan menggambarkan suasana hati, entah itu senang ataupun sedih.

7. Tekstur

Dalam sebuah karya seni rupa, tekstur bisa diartikan sebagai sifat atau keadaan dalam sebuah karya. Tekstur ini dibedakan menjadi 2 yaitu tekstur semu dan tekstur nyata.

Tekstur semu adalah tekstur yang memiliki kesan tidak ada kesamaan antara penglihatan dan indera peraba.

Sedangkan tekstur nyata adalah unsur dari sebuah karya seni dimana antara indera peraba dan indera penglihatan terasa sama.

8. Gelap Terang

Unsur ini akan membuat hasil karya seni terlihat nyata dan hidup. Karena dalam pegerjaanya sangat memperhatikan intensitas cahaya.

Fungsi Seni Rupa

Sebuah karya seni rupa yang diciptakan pasti memiliki nilai estetika yang tinggi. Selain itu, seni ini juga memiliki beberapa fungsi lain, seperti:

1. Sarana Komunikasi

Melalui seni rupa, seseorang bisa melakukan komunikasi untuk menyampaikan pesan yang ingin diutarakan

2. Sarana Edukasi

Seni rupa juga dapat digunakan sebagai sarana pemberi dan penyedia informasi baik secara langsung maupun tidak langsung

3. Sarana Pemenuhan Kebutuhan Emosional

Seni merupakan salah satu media yang telah terbukti dapat membantu memenuhi kebutuhan emosional manusia. Seperti:

  • Fungsi Individu

Fungsi ini memiliki sifat individualis yang bertujuan untuk memuaskan diri sendiri. Seseorang menciptakan karya seni ini untuk mengekspresikan dirinya dan dengan ini akan timbul sebuah kepuasan batin dari si pembuat karya tersebut.

  • Fungsi Sosial

Sebuah karya seni rupa memiliki fungsi sosial, dimana karya seni ini memiliki nilai keindahan yang bertujuan untuk memberi kepuasan kepada banyak orang. Hasil karya tersebut dapat berguna bagi banyak orang contohnya saja sebuah bangunan gedung dan bangunan rekreasi.

Aliran Seni Rupa

1. Seni Rupa Murni

Seni rupa murni merupakan cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep garis bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika.

2. Seni Desain

Seni Desain disebut juga seni rancangan. Merupakan cabang seni rupa terapan yang mempelajari cara pembuatan desain atau rancangan benda atau bagian bangunan dengan mempertimbangkan aspek keindahan (estetika), kekuatan (konstruktif), kenyamanan (comfortable), dan keamanan (security).

Ada beberapa cabang seni desain, yaitu desain tekstil, desain furnitur, desain grafis/komunikasi visual, desain interior dan desain produk industri.

3. Seni Kriya

Seni kriya atau seni kerajinan merupakan cabang seni rupa yang sangat memerlukan kepandaian dan kecakapan tinggi. Seni kriya antara lain berupa ukir kayu, ukir logam, keramik, anyaman, tenunan, dan batik.

Kata kriya atau kria berasal dari creat (Bahasa Sansekerta yang berarti kerja). Dalam Bahasa Inggris menjadi craft yang berarti keahlian, kecerdikan, atau pekerjaan tukang.

Seni kriya terbagi lagi menjadi beberapa jenis seni, yaitu seni kriya tekstil, seni kriya kulit, seni kriya logam, seni kriyakayu, seni kriya keramik, dan seni kriya bambu.

Prinsip Seni Rupa

Seni rupa terdiri dari 9 prinsip, yaitu:

1. Kesatuan (Unity)

Yang dimaksud prinsip kesatuan adalah wadah unsur-unsur lain di dalam seni rupa sehingga unsur-unsur seni rupa yang ada menjadi saling berhubungan satu sama lain dan tidak berdiri sendiri.

2. Keseimbangan (Balance)

Prinsip ini memiliki tanggung jawab terhadap kesan yang tercipta dari sebuah susunan unsur-unsur seni rupa sehingga akan muncul sebuah daya tarik bagi para penikmat seni yang melihat karya seninya.

3. Keselarasan (Harmony)

Maksud dari keselarasan adalah hubungan kedekatan unsur-unsur yang berbeda-beda, baik rupa bentuk maupun warna, tujuannya untuk menciptakan sebuah keselarasan dalam kesenian.

4. Irama (Rythme)

Irama atau rythme berarti pengulangan satu atau lebih unsur secara teratur dan terus menerus sehingga mempunyai kesan bergerak. Susunan atau perulangan prinsip dari unsur-unsur rupa yang diatur, berupa susunan garis, susunan bentuk atau susunan variasi warna dalam sebuah karya seni.

5. Komposisi (Composition)

Prinsip komposisi berarti prinsip menyusun unsur-unsur rupa kesenian dengan mengatur dan mengorganisasikannya menjadi sebuah susunan bagus, teratur dan serasi.

6. Kesebandingan (Proporsi)

Prinsip ini bertanggung jawab membandingkan bagian satu dengan bagian lainnya sehingga terlihat selaras dan enak dipandang, berhubungan dengan besar kecil, tinggi rendah, jauh dekat atau luas sempitnya objek pada sebuah karya seni.

7. Pusat Perhatian (Center of Interest)

Pusat perhatian atau center of interest, dikenal juga sebagai prinsip dominasi. Penerapannya yaitu dengan menonjolkan salah satu objek yang menjadi inti karya seni dibanding objek lain, sehingga lebih terlihat oleh para penikmat seni.

8. Penekanan (Contrast)

Prinsip penekanan atau contrast dilakukan dengan cara memadukan dua atau lebih unsur-unsur yang berlawanan dalam sebuah karya seni. Perbedaan mencolok pada segi bentuk, warna atau ukuran akan menimbulkan kesan kontras sehingga karya seni menjadi lebih unik, menarik dan tidak membosankan.

9. Gradasi (Gradation)

Yang dimaksud prinsip ini adalah penyusunan warna berdasarkan tingkat perpaduan susunan berbagai warna secara berangsur-angsur. Gradasi sering digunakan saat membuat karikatur, lukisan, mozaik, dan seni rupa 2 dimensi lain.

Itulah informasi lengkap mengenai seni rupa. Kalian juga bisa melihat berbagai karya hasil seni ini pada pameran seni rupa di event tertentu.

Semoga artikel ini dapat berguna bagi perkembangan ilmu pengetahuan kalian, juga dapat menumbuhkan kesadaran kalian dalam menjaga semua karya keindahan dari Indonesia.

Avatar
Anggita Dewi Saya sangat suka dengan keberagaman budaya dan seni yang ada di Negara Indonesia.

Kesenian Yogyakarta

Avatar Anggita Dewi
2 min read

Kesenian Riau

Avatar Anggita Dewi
2 min read

Baju Adat Jawa

Avatar Anggita Dewi
3 min read