Daftar Slot Onlinejoker123esports indonesiaSBOBETpoker onlinesbobet88
Tari Kecak: Tarian Unik yang Dilakukan Tanpa Alunan Musik

Tari Kecak

tari adat kecak

Indonesia memang terkenal dengan kekayaan budayanya yang sangat beragam. Salah satu kekayaan Indonesia yang sudah sangat mendunia adalah Tari Kecak.

Tari asli dari Pulau Bali ini memang sangat unik dan khas. Kata Kecak yang melekat pada kesenian ini dan diambil dari suara “cak… cak… cak…” yang diucapkan terus menerus oleh para penari sepanjang pertunjukan.

Mungkin kalian sudah sering mendengar nama salah satu seni populer asal Bali ini. Tetapi, apakah kalian tahu mengenai pengertian Tari Kecak, fungsi, asal-usul, dan maknanya? Jika belum, mari kita simak didalam artikel berikut ini.

Fungsi tari ini sendiri adalah sebagai sarana upacara yang merupakan tradisi di dalam suatu kehidupan masyarakat dan sifatnya turun temurun sampai sekarang.

Tidak sembarangan orang dapat melakukan seni ini. Mengingat ada beberapa atraksi berbahaya yang hanya bisa dilakukan oleh profesional. Namun, hingga saat ini kesenian tradisional Bali ini masih tetap dimainkan dan dilestarikan.

Pementasan seni ini biasanya dilakukan di pura Uluwatu. Sehingga orang-orang lebih sering menyebutnya dengan tari Kecak Uluwatu. Berikut ini informasi detail mengenai kesenian ini.

Sejarah Tari Kecak

Tari Bali ini disebut juga dengan Tari Cak atau api. Kesenian ini merupakan seni pertunjukkan hiburan masal yang menggambarkan seni peran dan tidak diiringi oleh alat musik atau gamelan. Hanya diiringi oleh paduan suara sekelompok penari laki-laki berjumlah sekitar 70 orang yang berbaris melingkar memakai kain penutup kotak-kotak.

Kesenian ini terlihat sakral karena adanya penari yang terbakar api namun mempunyai kekebalan dan tidak terbakar. Diyakini, para penari ini kerasukkan saat melakukannya.

Kesenian ini juga sering disebut sebagai Tari Sanghyang yang terkadang dipertunjukkan dalam upacara keagamaan. Penari biasanya kemasukkan roh dan bisa berkomunikasi dengan para Dewa atau leluhur yang telah disucikan. Penari tersebut dijadikan sebagai media untuk menyatakan sabda-nya.

Saat kerasukan, mereka juga bisa melakukan tindakan diluar dugaan, seperti melakukan gerakan berbahaya atau mengeluarkan suara yang tidak pernah dikeluarkan sebelumnya.

Tari Kecak Bali sudah diciptakan sejak tahun 1930 oleh Wayan Limbak. Ia telah mempopulerkan seni ini ke mancanegara dengan bantuan Walter Spies, pelukis asal Jerman. Keunikan seni ini terletak pada iringan tarian itu sendiri. Dimana para penari laki-laki yang menari akan meneriakkan kata “cak cak cak”.

Selain alunan tersebut, alunan musik seni ini juga berasal dari suara kincringan yang diikatkan pada kaki penari pemeran tokoh-tokoh Ramayana.

Pada dasarnya, gerakan tangan para penari ketika menari berasal dari sebuah cerita Ramayana. Lebih tepatnya menceritakan tentang Dewi Shinta yang diculik oleh Rahwana ketika rama sedang berburu di hutan.

Pada Tari ini, kisah penculikan Dewi Shinta hingga pembebasannya ditunjukkan hingga akhir cerita.

Gerakan Tari Kecak

Selain fungsi dan kegunaannya, tari Kecak juga memiliki beberapa adegan. Pada adegan pertama menceritakan tentang Shinta ketika di culik oleh Rahwana. Dan kebetulan Rama sedang berburu ke hutan.

Pada adegan kedua, muncullah seekor burung Garuda yang berusaha untuk menolong Shinta. Namun aksinya itu tidak berhasil karena sayapnya putus di tembak oleh Rahwana.

Di adegan ketiga, terlihat Rama dan Laksamana tersesat di hutan sehingga ia meminta bantuan kepada Hanoman untuk menyelamatkan Dewi Shinta dari Rahwana.

Dan di adegan terakhir, Hanoman kemudian membakar kerajaan Alengka Pura. Lalu, Hanoman memberi tahu Dewi Shinta agar tetap tenang dan menunggu pertolongan dari Rama.

Jika disimpulkan, semua adegan diatas menceritakan tentang Rama yang berusaha menolong Dewi Shinta dari penculikkan Rahwana.

Makna Tari Kecak

1.Mengandung nilai seni tinggi

Maskipun tarian ini tidak diiringi oleh musik atau Gamelan, tetapi Kecak masih tetap terlihat kompak dan indah. Gerakan yang dibuat para penarinya bisa tetap seirama. Itulah yang membuatnya bernilai seni tinggi dan disukai oleh para turis.

2.Belajar mengandalkan kekuatan Tuhan

Didalam alur cerita, ada adegan dimana Rama meminta pertolongan kepada Dewata. Hal ini membuktikan bahwa Rama percaya bahwa Tuhan bisa menolong dirinya.

Seni ini juga dipercaya sebagai salah satu ritual untuk memanggil Dewi yang bisa mengusir penyakit & melindungi warga dari kejahatan. Dewi tersebut adalah Dewi Suprabha atau Tilotama.

3.Banyak pesan moral

Salah satu pesan moral yang disampaikan adalah kesetiaan Shinta pada suaminya Rama. Juga burung Garuda yang rela mengorbankan sayapnya demi menyelamatkan Shinta dari cengkeraman Rahwana. Dari sana, kita juga diajarkan agar tidak memiliki sifat buruk seperti Rahwana yang serakah dan suka mengambil milik orang lain secara paksa.

Tata Rias & Kostum Tari Kecak

Karakteristik utama tari asal Bali ini terletak pada kostum dan tata riasnya. Dimana pakaian yang digunakan oleh penari yaitu pakaian adat khas Bali.

Uniknya, pakaian yang digunakan hanya berupa bawahan sarung bermotif kotak-kotak yang terlihat seperti papan catur, sehingga penari laki-laki ini bertelanjang dada. Tak lupa juga gelang kaki yang bisa berbunyi ketika kaki bergerak.

Tetapi, beda halnya dengan pemain-pemain yang memerankan tokoh-tokohnya. Mereka menggunakan makeup dan pakaian sesuai dengan perannya masing-masing.

Ornamen & Properti Tari Kecak

Arti dari nama tari ini adalah api, jadi tidak heran jika pertunjukkan ini dilengkapi dengan properti bara api.

Ketika kesenian ini dimulai, para penari akan menginjak-injak bara api yang menyala tersebut. Namun tanpa ada yang terluka sedikitpun. Sehingga suasana mistis semakin terasa.

Pola Lantai Tari Kecak

Fungsi pola lantai adalah untuk menata kegiatan tarian serta menciptakan kekompakkan antar penari. Juga membentuk komposisi dalam pertunjukkan sehingga menjadikan seni tari yang disajikan lebih indah dan menarik.

Dalam seni ini, kekompakkan gerakan tariannya mengandung ritual agama. Selain itu juga mencerminkan kebersamaan dan kerukunan.

Gerakan pada tari ini adalah duduk melingkar di tempat. Berdasarkan gerakan tersebut, pola lantai tari Kecak adalah pola lantai garis melengkung yang membentuk lingkaran.

Setting Pertunjukkan

Seperti yang telah dijelaskan diatas, tari ini dimainkan oleh laki-laki berjumlah 50-70 orang. Kesenian ini di setting dengan membentuk lingkaran sempurna. Lalu akan ada beberapa orang yang menampilkan perannya di tengah-tengah penarik Kecak.

Pertunjukkan diadakan di arena yang sangat luas. Mengingat Kesenian ini dilakukan oleh puluhan orang, belum lagi penonton yang sangat ramai.

Biasanya, tari kecak diadakan di tempat luas seperti Pura Uluwatu Bali, Garuda Wisnu Kencana, dan tempat luas lainnya.

Akhir Kata

Itulah informasi mengenai Tarian Tradisional khas Bali. Keunikan seni ini tidak hanya sebuah tradisi, namun juga kebanggaan dan daya tarik tersendiri untuk wisatawan luar negara.

Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat memberikan pengetahuan baru.

Avatar

Tari Kanjar

Avatar Anggita Dewi
1 min read

Tari Didong

Avatar Anggita Dewi
2 min read

Tari Ende Lio

Avatar Anggita Dewi
1 min read