Daftar Slot Onlinejoker123esports indonesiaSBOBETpoker online
Tari Piring: Kesenian Budaya Khas Daerah Minangkabau Yang Bagus
Anggita Dewi Saya sangat suka dengan keberagaman budaya dan seni yang ada di Negara Indonesia.

Tari Piring

tari adat piring

Tari piring adalah kesenian tradisional asal Minangkabau. Tari ini menggunakan piring sebagai properti utama dalam menari. Para penari mengayunkan piring dan mengikuti gerakan-gerakan cepat yang teratur tanpa khawatir piring akan terlepas dari tangan.

Kesenian yang berasal dari Solok, Sumatra Barat ini merupakan simbol masyarakat Minangkabau.

Sejarah Tari Piring

Fungsi Tari piring awalnya merupakan ritual ucapan rasa syukur masyarakat setempat kepada dewa karena mendapatkan hasil panen yang melimpah. Ritual ini dilakukan dengan membawa sesaji dalam bentuk makanan dan diletakkan di atas piring sembari melangkahkan kaki dengan gerakan yang dinamis.

Namun setelah islam masuk ke Minangkabau, tradisi ini tidak lagi dilakukan. Tetapi Fungsi seni ini diubah menjadi sarana hiburan bagi masyarakat dan biasanya ditampilkan pada acara-acara keramaian.

Gerakan Tari Piring

Gerakan tari ini adalah meletakkan dua buah piring di atas dua telapak tangan. Penari mengayunkan piring dalam gerakan-gerakan yang cepat, diselingi dengan mendentingkan piring atau dua cincin di jari penari terhadap piring yang dibawanya.

Sedikitnya ada 20 gerakan pada kesenian ini yang harus dibawakan para penari agar dapat mempertunjukan seni tari yang sempurna.

Pada akhir pentas, biasanya piring-piring yang dibawakan oleh para penari dilemparkan ke lantai dan para penari akan menari di atas pecahan-pecahan piring.

Busana

Tata busana tari piring membedakan pakaian yang digunakan untuk lelaki dan perempuan. Meskipun sedikit berbeda, namun busana yang digunakan tetap terlihat seragam.

Baju Karung adalah baju yang para penari wanita gunakan yang di mana baju karung ini menjadikan kain satin dan juga beludru sebagai bahan utama.

Selain itu mereka juga harus memakai selendang yang terbuat dari kain songket dan menjadikannya hiasan yang akan terlihat di bagian kiri tubuh. Ada juga penutup kepala yang terbuat dari kain songket, bentuknya hampir mirip dengan tanduk yang memiliki tujuan tikuluak tanduak balapak.

Sedangkan untuk para penari pria, mereka memiliki kostum yang bernama busana Rang Mudo, diaman mempunyai lengan panjang dan terdapat hiasan missia yang dapat disebut dengan hiasan renda emas.

Untuk celananya, penari pria memiliki sebutan besaran gelombang. Celana ini memiliki ukuran yang cukup besar di bagian tengah dan mempunyai warna selara dengan baju atasannya. Penari pria ini juga mengenakan sisampek dan cawek pinggang yang bentuknya hampir sama seperti kain songket.

Keunikan Tarian Piring

Banyak keunikan pada tari piring yang jarang dimiliki kesenian lain, seperti properti piring yang digunakan pada kesenian ini.

Piring memang menjadi properti tari yang menjadikan kesenian ini cukup berbeda dengan kesenian dari daerah lainnya. Selain itu properti yang digunakan akan diletakkan di atas kedua telapak tangan dengan cara digenggam.

Para penari akan menggerakkan tangan dengan cara memutar serta mengayunkan piring tersebut dengan gerakan yang mengikuti irama iringan musik.

Seni ini juga diiringi oleh berbagai macam alat musik seperti rebana, saluang, gong, talempong, dan berbagai macam alat musik lainnya.

Selain diiringi dengan musik, dapat juga didengar suara dentingan cincin. Suara ini akan menambah kesan unik dan indah pada tari tradisional ini. Suara dendingan ini juga mampu dengan mudah menyatu dengan suara alat musik yang mengiringi tari piring.

Makna

Banyak makna yang bisa diambil dari tari Piring, seperti kesenian itu tidak sekedar menampilkan keindahan saja, namun juga makna di dalamnya.

Dua buah piring yang digenggam kedua tangan pada kesenian ini diayunkan dengan cepat dan menjaga keseimbangan. Dan juga dua cincin dan dentingan piring menjadi selingan suara ketika cincin pada jari penarik diketukkan pada piring.

Kesimpulan

Tari piring memiliki makna nilai transendental yang ditunjukkan ketika pelaksaan acara seni ini. Beberapa piring disusun ke atas sebagai simbol mengarah kepada Tuhan. Selain itu, dalam tarian ini terdapat simbol rasa syukur atas segala nikmat dari Tuhan.

Avatar
Anggita Dewi Saya sangat suka dengan keberagaman budaya dan seni yang ada di Negara Indonesia.

Tari Didong

Avatar Anggita Dewi
2 min read

Tari Ende Lio

Avatar Anggita Dewi
1 min read

Tari Ebeg

Avatar Anggita Dewi
1 min read